Wednesday, March 30, 2011

Penyebab Kematian Elizabeth Taylor

Kenali Penyebab Kematian Elizabeth Taylor
AKTRIS Hollywood Elizabeth Taylor, yang terkenal dengan kecantikan serta kariernya yang cemerlang dalam dunia perfilman selama hampir lima dekade, telah meninggal pada usia 79 tahun, Rabu (23/3), disebabkan gagal jantung


Meskipun hampir selama hidupnya ia selalu dikelilingi keglamouran dunia hiburan, saat meninggal ia hanya ditemani keluarga terdekatnya. Pada minggu-minggu terakhir hidupnya, Taylor mesti menghabiskan waktunya dirawat di sebuah rumah sakit karena gagal jantung kongestif (CHF), penyakit yang menimbulkan cairan menghambat kinerja organ-organ tubuh lain, terutama di paru-paru. 



Taylor adalah salah satu dari jutaan orang Amerika penderita CHF dengan gejala berupa sesak napas, kesulitan berbaring terlentang, dan kaki bengkak. Ketika otot jantung melemah dan tidak mampu memompa darah melalui tubuh, akan ada beberapa hal yang terjadi. 



Pertama, tidak cukupnya oksigen yang terkirim ke tubuh sehingga otot-otot yang tidak mendapatkan cukup oksigen lebih cepat lelah dan lebih sulit untuk berfungsi. Tak hanya otot, sel-sel otak juga membutuhkan oksigen untuk berfungsi. Karena kurangnya oksigen, kemampuan otak juga bisa berkurang. 



Setiap organ dalam tubuh membutuhkan pasokan oksigen yang cukup dan sirkulasi darah. Bila jantung gagal memenuhi kebutuhan tersebut, kerja tubuh secara bertahap akan berhenti. Cairan pun mulai membuat cadangan karena jantung tidak dapat tetap bergerak. 



Ini sama seperti halnya gagal memompa bensin di mobil. Namun dalam tubuh, cairan punggung sampai ke paru-paru, menyebabkan sesak nafas, atau cairan yang sampai ke paru-paru dan masuk ke jaringan perifer, menyebabkan edema sehingga kaki dan pergelangan kaki membengkak. 



Fungsi otot 
Biasanya, CHF merupakan hasil akhir dari hilangnya fungsi otot jantung karena penyumbatan arteri bertahap yang menyuplai otot jantung (penyakit arteri koroner). Sel otot jantung pun kehilangan suplai darah dan otot digantikan jaringan parut yang tidak membantu memompa jantung. Kerusakan katup jantung, infeksi pada otot atau katup jantung, dan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol adalah alasan lain mengapa jantung kehilangan kemampuannya memompa. Pada akhirnya, jantung membesar karena otot menjadi lemas dan tak mampu memompa. 



Maka itu, ada baiknya kita sedari dini menghindari faktor yang memperburuk gagal jantung. Apalagi bagi Anda yang berisiko, dianjurkan untuk berhenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alcohol, dan berolah raga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan. Untuk penderita gagal jantung yang berat, berisitirahat dengan berbaring selama beberapa hari merupakan bagian penting dari pengobatan. Adapun penggunaan garam yang berlebihan dalam makanan sehari-hari bisa menyebabkan penimbunan cairan yang akan menghalangi pengobatan medis. Jumlah natrium dalam tubuh bisa dikurangi dengan membatasi pemakaian garam dapur dalam makanan asin.

No comments:

Post a Comment