Showing posts with label Hidup Sehat. Show all posts
Showing posts with label Hidup Sehat. Show all posts

Tuesday, June 7, 2011

Tips Cara Mencegah Payudara Jadi Kendur

Cara mencegah payudara jadi kendur. (Foto: Getty Images)
KULIT pada payudara memiliki jaringan yang sangat tipis, sehingga rentan terhadap sinar matahari, peregangan, dan kerutan di daerah leher. Selain itu, berat badan yang turun dengan cepat menyebabkan hilangnya lemak di daerah dada dan membuat payudara menjadi kendur. 

Tak hanya dengan mengenakan bra yang sesuai, para ahli gizi terkenal percaya, bahwa menjaga pola makan bukan berarti melupakan bentuk payudara. Oleh karena itu, mereka menyarankan untuk tidak menyerah mengonsumsi lemak sehat yang terkandung dalam minyak zaitun, kacang-kacangan, dan sereal. 

Para ahli gizi banyak selebriti, Fern Braytton, mencatat bahwa perlu untuk menemukan keseimbangan dalam penggunaan produk seperti daging, minyak ikan, buah, dan sayuran. 

Mereka mempertahankan massa otot dan membuat payudara selalu indah. Braytton menyarankan kaum hawa cara alami memperbesar payudara mereka. Dalam hal ini, dia menawarkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung phytoestrogen (hormon tumbuhan alami yang meniru estrogen di dalam tubuh). 

Untuk membentuk payudara mereka, bintang internasional seperti Madonna dan Gwyneth Paltrow menggunakan prosedur agak mahal yaitu bio-stimulasi otot-otot payudara, memaksa mereka untuk memiliki bentuk selaras keinginan. 

Fern Braytton menyarankan para wanita untuk tidak melupakan pelatihan reguler tiga atau empat kali dalam sepekan. Mereka akan menjadi faktor penting dalam proses penurunan berat badan dan pembentukan simultan dari bentuk payudara. Demikian yang dinukil dari Genius Beauty, Minggu (5/6/2011).

Menggabungkan latihan yang tepat dan asupan nutrisi akan membantu untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal untuk melalui musim panas di pantai dengan cara alami dalam hitungan empat sampai enam pekan. 

Untuk hasil lebih cepat, para ahli menyarankan untuk menggunakan krim mengencangkan payudara. Tentu saja, krim ini tidak akan meningkatkan ukuran payudara, tetapi secara signifikan akan mengencangkan kulit, menjadikannya halus dan lembut.

Monday, June 6, 2011

Gaya Hidup Sehat untuk Ibu Rumah Tangga

Gaya Hidup Sehat untuk Ibu Rumah Tangga
TAK seperti bekerja di kantor dengan jam kerja pasti seperti mulai pukul 8 hingga 5 sore, ibu rumah tangga memiliki jam kerja lebih panjang daripada itu. Mungkin hingga 24 jam penuh. 

Meskipun seolah-olah ibu rumah tangga memiliki lebih banyak waktu luang, tetap saja akan ada hambatan untuk mendisiplinkan diri membiasakan hidup sehat seperti makan makanan ehat ataupun pergi ke gym. Jadi, bagaimana pola hidup sehat yang cocok untuk ibu rumah tangga? 

1. Jaga rumah dari makanan sampah 
Bagaimana bila anak-anak menyukai keripik atau kentang goreng cepat saji? Makanan itu memang sangat mudah didapatkan, Anda hanya tinggal membeli atau memesan saja. Tapi ada baiknya Anda mulai menjauh makanan mengerikan itu dari anak-anak. Coba saja buat kentang goreng ala Anda sendiri dan sajikan dengan saus sambal favorit. 

2. Jauhkan makanan manis 
Buatlan camilan yang sehat untuk diri sendiri dan keluarga Anda. Dapatkan berbagai macam resep kreatif dan sehat di internet. Ini bisa menjadi semacam hadiah untuk diri sendiri dan keluarga Anda. 

3. Suplai camilan sehat 
Jika Anda memiliki kebiasaan ngemil sepanjang hari, simpanlah beberapa camilan sehat di rumah. 

4. Panggil instruktur ke rumah 
Bila Anda merasa malas datang ke gym, kenapa tak memanggil seorang instruktur senam ke rumah bisa juga yoga. Anda juga bisa mengajak beberapa tetangga untuk bergabung.

Strategi Kurangi Risiko Membahayakan Ponsel

Strategi Kurangi Risiko Membahayakan Ponsel
KECANDUANsmartphone? Anda tak sendiri, pastinya banyak masyarakat dunia yang telah mengalaminya. Bahkan, sebuah organisasi internasional di bawah naungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan bahwa ponsel berpotensi memaparkan karsinogen. 

Maka itu, ada baiknya kita melakukan upaya untuk meminimalkan risiko tersebut. Berikut beberapa strategi untuk mengurangi risiko di atas seperti dikutip dari Shine.com: 

1. Pakai pengeras suara 
Upayakan agar menjaga ponsel sejauh mungkin dari kepala Anda, ini bisa mengurangi tingkat energi atau kekuasaan. Semakin jauh Anda dari antena, semakin rendah paparan sinyal. 

2. Gunakan pesan teks 
Sebisa mungkin gunakan pesan teks ketimbang menelepon. Ini akan membatasi durasi paparan dan menjauhkan telepon dari kepala dan tubuh. 

3. Matikan 
Biasakan menonaktifkan ponsel ketika tidak digunakan atau beralih ke offline. 

4. Telinga bergantian 
Jika Anda memang harus menelepon dengan telinga, pastikan gunakan telingan secara bergantian untuk membatasi kontak yang terlalu lama di satu sisi telingan yang terkait dengan peningkatan risiko tumor otak dan kanker saliva. 

5. Gunakan ponsel dengan sinyal penuh 
Jangan menelepon di lift, kereta api, atau di dalam mobil. Ini membuat ponsel bekerja keras mencari sinyal yang sulit diakses. 

6. Singkat berbicara 
Ponsel bukan untuk memhasa atau berdiskusi tentang sesuatu dengan rekan Anda. Jika Anda harus melakukan percakapan panjang, bicara saja secara langsung. Sebuah studi menemukan bahwa setelah pembicaraan ponsel selama 2 menit, aktivitas listrik otak dapat diubah setidaknya menjadi 1 jam. 

7. Keluarkan ponsel dari saku 
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pria yang ponsel di saku memiliki jumlah sperma 25 persen lebih rendah. Bagian-bagian tubuh diketahui menyerap radiasi dalam intensitas yang berbeda dan jaringan testis mungkin lebih rentan. 

8. Jauhkan ponsel dari kamar tidur 
Jangan tidur berdekatan dengan ponsel terutama dekat kepala Anda. Medan elektromagnetik dapat mengurangi produksi melatonin di tubuh sehingga dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya.

Hubungan Kurang Tidur dan Libido

SEBUAH studi yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Chicago menemukan kurang tidur dapat menurunkan jumlah hormon testosteron yang dimiliki seseorang. Rendahnya hormon testosteron itu menyebabkan turunnya libido atau nafsu seksual serta kualitas sperma. 

Peneliti mengetes 10 pria berusia 24 tahun berkondisi kesehatan prima di sebuah laboratorium. Dalam tes itu, selama seminggu relawan hanya diperbolehkan tidur selama 5 jam setiap harinya. Tingkat testosteron para relawan turun 10% hingga 15%. 

"Lima belas persen merupakan jumlah yang signifikan. Secara alamiah level testosteron pria menurun 1%-2% per tahun. Jadi, penurunan ini seolah kita menua 10 hingga 15 tahun," jelas Profesor Eve Van Cauter yang memimpin studi tersebut. 

Menurut Van Cauter, kekurangan tidur juga dapat menyebabkan buruknya konsentrasi, menurunnya kepadatan tulang, dan kelenturan otot

Saturday, May 28, 2011

Faktor Penyebab gigi menjadi kuning


gigi
Sebenarnya apa sih yang menyebabkan gigi menjadi kuning dan tidak putih? Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hal ini:
1. Usia
Seiring dengan bertambahnya usia, gigi akan semakin berwarna gelap. Pada usia tua produktivitas tubuh untuk menyerap nutrisi dan vitamin semakin menurun. Oleh karena itu, kalsium yang diserap tubuh semakin lama semakin sedikit. Padahal kita tahu bahwa gigi sangat membutuhkan kalsium untuk tetap kuat dan sehat. Pasta gigi mungkin tidak akan banyak membantu, namun gigi tetap membutuhkan pasta gigi yang berkualitas untuk menjaga kekuatan gigi dari luar, agar tidak mudah rapuh.
2. Warna gigi asli
Masing-masing orang memiliki warna dasar gigi yang berbeda. Ada yang pada dasarnya memiliki gigi putih, namun ada juga yang tidak. Warna gigi ini dipengaruhi oleh pembentukan tulang, yang pada dasarnya memiliki genetika yang berbeda.
3. Tebal tipisnya dinding gigi
Genetika dan usia, pengaruh yang cukup besar untuk ukuran tebal dan tipis gigi. Setiap orang memiliki bentuk gigi dan ketebalan yang berbeda-beda. Tebal tipisnya dinding gigi ini kemudian memengaruhi warna gigi. Dinding gigi yang tipis cenderung lebih transparan dan kuning. Gigi jenis ini pada umumnya membutuhkan bleaching agar bisa putih. Sedangkan gigi yang tebal cenderung berwarna terang.
4. Kebiasaan makan
Kebiasaan mengonsumsi makanan juga berpengaruh terhadap warna gigi. Beberapa makanan berwarna dapat membuat gigi menjadi kuning dan gelap. Sebut saja di antaranya: anggur, kopi, teh, soda, wortel, jeruk, dan makanan yang mengandung warna lainnya. Makanan yang mengandung pewarna itu, jika dikonsumsi terus menerus akan membuat gigi tidak putih lagi. Terlebih, asam yang terkandung dalam buah-buahan masam akan memicu munculnya warna kuning dari gigi.
5. Kebiasaan merokok
Nikotin membawa pengaruh yang sangat buruk bagi gigi. Hampir semua perokok mustahil memiliki gigi putih. Rata-rata dari mereka selalu memiliki gigi kecoklatan, berkerak dan bahkan mulai rontok. Ternyata nikotin pada rokok tak hanya jahat pada jantung dan paru-paru, efek pada gigi pun sangat buruk. Sepertinya Anda lebih baik berhenti merokok jika ingin memiliki tubuh dan gigi sehat serta gigi putih cemerlang.
6. Pengaruh bahan kimia dan obat-obatan
Beberapa bahan kimia yang terkandung pada obat yang biasa kita konsumsi adakalanya menyebabkan gigi menguning. Bagian yang ini mungkin tidak bisa dihindari, karena beberapa orang tergantung pada obat-obatan tertentu untuk membantu kesembuhannya.
7. Munculnya kerak dan penipisan dinding gigi
Stres tidak hanya menimbulkan jerawat di wajah Anda. Stres juga mampu menimbulkan penipisan dinding gigi serta penimbunan kerak. Apalagi jika Anda tidak rajin menggosok gigi. Bayangkan saja berapa banyak kuman yang menimbulkan berbagai gangguan/penyakit di dalam mulut.
8. Trauma
Sempat ditemukan kasus jika terjadi trauma, misalnya akibat jatuh atau benturan keras, warna gigi juga ikut terpengaruhi. Semakin besar trauma yang terjadi kondisi gigi tidak akan baik. Dan warna gigi akan semakin gelap.
www.infogigi.com

Friday, May 27, 2011

5 Langkah Memastikan Sepatu Tumit Tinggi Tidak Menyiksa Kaki Anda


Sepatu hak tinggi disukai wanita karena membantu menunjang postur yang indah dan seksi. Meski sebenarnya Anda tentu akan lebih suka memakai sepatu datar, tapi tak ada salahnya mengenakan sepatu berhak tinggi sekali-sekali untuk tampil cantik. Agar tidak menyesal membeli sepatu hak tinggi yang harganya selangit, perhatikan tips berikut;

1. Carilah sepatu yang ukurannya pas dan cukup untuk membiarkan jari Anda bergerak bebas. Meski ini terlihat sepele, tapi cobalah untuk mengingat, berapa banyak sepatu berhak tinggi yang Anda miliki di rumah yang jika dikenakan, terdapat jarak di bagian belakang tumit dengan penutup sepatunya? Jika sepatu terlalu besar, tak jarang Anda akan menumpu seluruh badan di bagian depan jari-jari kaki. Carilah sepatu yang bisa memeluk bagian tumit Anda dengan pas, tidak terlalu sempit, tapi juga tidak kebesaran, sehingga bobot tubuh Anda tetap tersangga di bagian belakang. 

2. Bantalan. Tak sedikit produsen sepatu yang kurang memperhatikan masalah ini. Banyak sepatu yang terlihat cantik, tapi ketika dikenakan, akan membuat bola kaki terasa sakit. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba membeli bantalan khusus untuk sepatu yang kini sudah ada banyak di pasaran. Ada pula yang khusus untuk sepatu hak tinggi, bentuknya seperti gel, untuk ditaruh di bagian bola kaki. Fungsinya untuk meredam tumpuan tubuh agar tidak membuat kulit kaki Anda kapalan atau lecet.

3. Hak sepatu yang tebal bisa memberikan Anda kestabilan lebih baik, bahkan membantu mengurangi tekanan karena membantu menyebarkan berat tubuh yang tertopang di bagian tersebut lebih luas. Mengganti hak tinggi sesekali dengan sepatu datar akan membantu mengurangi beban otot tendon achilles pada betis. 

4. Perhatikan sudut kemiringan sepatu akibat tinggi hak sepatunya. Untuk sepatu yang tinggi haknya hingga 10 cm bagian yang terlepak di bawah telapak mungkin masih bisa menopang. Tapi, jika lebih dari itu, maka kaki akan terlalu menjinjit, dan ini tidak baik jika Anda harus mengenakan sepatu tersebut dalam waktu terlalu lama. 

5. Jika Anda selalu mengeluh adanya rasa sakit di ujung jari-jari kaki saat mengenakan sepatu hak tinggi yang tertutup, mungkin sudah saatnya Anda berinvestasi pada sepatu dengan ujung terbuka untuk mengurangi tekanan pada daerah ujung depan kaki. Kenakan sepatu yang bagian depannya terbuka untuk mengurangi tekanan pada kaki, sekaligus mencegah kuku kaki terjepit, juga kaki kapalan.

Thursday, May 26, 2011

Pentingnya Perawatan Kesehatan Telinga


Telinga
Lebih tidak sukar merawat liang telinga. Malah tak perlu perawatan khusus, kecuali menjaganya dari bunyi yang keras, atau suara berisik (noice) yang terus-menerus. Hindarkan cedera mekanik pada pelipis (pukulan, tamparan, benturan) karena bisa merobek gendang telinga. Waspada bila keluar darah dari liang telinga.

Infeksi liang telinga terjadi bila telinga dikorek-korek dengan jari kotor atau pengorek telinga yang tidak bersih. Terjadi bisul pada dinding hang telinga.
Selain demam, nyerinya lebih hebat dibanding bisul di tempat lain karena lapisan dinding liang telinga amat tipis. Liang telinga memproduksi kotoran (common).
Ada yang berlebihan produksinya, ada yang sedang-sedang raja. Yang berlebihan perlu dibersihkan. Tujuannya agar tidak menyumbat hang telinga, sehingga pendengaran tidak terganggu.
Yang produksi cerumen-nya sedikit, tak perlu dibersihkan, karena mengering sendiri, dan hiruh keluar dari ling telinga.
Common sendiri sesungguhnya merupakan unsur pertahanan hang telinga agar tidak dimasuki serangga (terasa pahit). Matra, sejatinya tak perlulah dibersihkan.

Membersihkan hang telinga membawa risiko mencederai dinding hang telinga, lalu menjadi bisul (otitis externa). Kalau pun dibersihkan hendalmya tidak memakai korek kuping yang terbuat dari bahan metal, melainkan bahan tulang, atau kayu. Tidak juga memakai cotton bud.
Mengorek hang telinga dengan lids cotton bud justru malah akan mendorong kotoran telinga sehingga terdesak masuk ke dalam dan akhirnya bersandar pada gendang telinga.
Tumpukan kotoran telinga yang terdorong ke pojok gendang telinga semacam ini yang sexing menimbulkan keluhan mendadak jadi budek. Penyebabnya karena ada sumpalan kotoran telinga akibat didesak oleh cotton bud (common prop).
Sehat itu murah, Oleh Handrawan Nadesul

Tuesday, May 24, 2011

Daging Merah Picu Kanker, Penangkalnya Cuma Sayur

img
Kanker usus merupakan jenis kanker yang paling gampang dicegah melalui diet yang sehat. Konsumsi daging merah merupakan salah satu pemicu utamanya, sedangkan penangkalnya cukup sederhana yakni rajin makan sayuran yang mengandung serat.

Laporan terbaru dariAmerican Institute for Cancer Research (AICR) mengatakan, 45 persen kanker usus sebenarnya bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi daging merah dalam menu diet. Di antaranya daging binatang berkaki 4 termasuk kambing, sapi dan babi.

Riset yang dipimpin oleh Elisa Bandera MD, PhD dari Imperial College London tersebut mengamati tak kurang dari 24 publikasi ilmiah tentang kanker usus. Semuanya menunjukkan keterkaitan erat antara konsumsi daging merah dengan risiko kanker usus.

Menurut laporan hasil riset tersebut, risiko kanker bisa dikurangi dengan membatasi konsumsi daging merah agar tidak melebihi 510 gram tiap pekan. Jumlah tersebut kurang lebih setara dengan 5-6 porsi kecil daging panggang, steak atau sejenisnya.

Selain daging merah segar, daging merah olahan atau kalengan juga bisa memicu kanker usus. Bahkan risiko terkena kanker jika mengonsumsi daging olahan seperti kornet dan sejenisnya bisa lebih tinggi hingga 2 kali lipat dibandingkan daging merah segar.

Untungnya hasil riset tersebut juga mengungkap bahwa serat di dalam sayur dan buah-buahan cukup efektif untuk menangkal risiko kanker usus. Jika sekitar tahun 2007 efek protektif dalam serat sayuran masih sebatas dugaan, hasil riset ini sudah memastikan hal itu.

AICR menyarankan, konsumsi daging merah serta daging olahan sebaiknya diimbangi dengan asupan serat yang bisa diperoleh dari kacang-kacangan, sayur, buah serta gandum. Berat badan ideal serta olahraga teratur juga sangat membantu mengurangi risiko kanker.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Monday, May 23, 2011

Mencegah Stroke Yang Berulang


Banyak pasien beranggapan sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit dan di rumah. Mereka mengira tidak bakal terkena stroke lagi. Sebab, berbagai terapi sudah dilakoni. Misalnya, bila ada perdarahan di otak, sudah dikerjakan operasi evakuasi perdarahan; atau dilakukan clipping aneurysm jika ada aneurisma yang pecah.
Lalu, diberi terapi obat-obatan pengencer darah bila terjadi stroke nonhemoragik. Kemudian andai kata terkena kelumpuhan, pasien bisa sembuh setelah menjalani fisioterapi atau rehabilitasi medis. Mereka berpikiran bisa berbuat apa saja, mulai dari mengonsumsi makanan hingga ke pola hidup.
Kecenderungan pasien seperti itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Di dunia juga demikian. Hal tersebut didukung oleh studi Profesor Alexandre Croquelois dan Julien Bogousslaysky. Kedua peneliti pada Centre Hospitalier Universitaitre Vaudois, Lausanne, Swiss, menyurvei 286 pasien stroke yang bertahan hidup. Mereka ditanya riwayat penyakit, gejala yang dialami, dan kebiasaan.
Tapi, peneliti sama sekali tidak memberitahu mengenai bahaya penyakit tersebut. Setelah ditanya, 66 persen dari 286 pasien mengidap hipertensi, 24 persen perokok berat, 16 persen punya riwayat diabetes, dan 62 persen berkolesterol tinggi. Meski sudah punya penyakit tersebut, sebanyak 65 persen dari 286 pasien tadi tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit-penyakit tersebut.
Lalu ada 13 persen pasien yang tahu soal itu, tapi tidak terlalu memedulikan. Yang menyedihkan banyak pasien yang punya pengetahuan soal penyakit dan kebiasaan itu, namun tidak tahu kalau penyakit itu bisa membuat pasien terkena stroke.
Misalnya, 75 persen pasien juga merokok, tapi mengaku tak paham kalau merokok juga bisa memicu stroke. Begitu juga penderita stroke yang punya sejarah diabetes. Hanya 16 persen yang sadar kalau diabetes ikut berperan terhadap stroke. Sedangkan dari 59 persen pasien yang punya tensi tinggi, hanya 41 persen yang memahami akan bahaya hipertensi terhadap stroke.
Tingkat kesadaran yang rendah inilah dikhawatirkan bisa memicu terulangnya kembali stroke. Bila itu terjadi lagi, serangan stroke akan lebih ganas dan berat.Tidak sedikit pasien yang tak dapat diselamatkan jiwanya karena stroke kedua. Beberapa riset menunjukkan, 20 persen pasien stroke akan meninggal dalam sebulan setelah serangan pertama bila terkena stroke berulang.
Sisanya masih bertahan hidup, tetapi yang meninggal dunia lima tahun kemudian gara-gara stroke berulang sebesar 9 persen. Risiko itu juga terjadi pada penderita transient ischemic attack (TIA). Karena itu, pasien dan keluarga harus memerhatikan beberapa faktor risiko yang dipunyai pasien. Beberapa faktor risiko itu antara lain sebagai berikut:
Hipertensi merupakan faktor risiko yang banyak dialami penderita stroke. Berdasarkan data, stroke yang disebabkan oleh hipertensi di rumah sakit mencapai 73,9 persen.

Kolesterol dibutuhkan oleh manusia. Kolesterol berfungsi sangat penting, yaitu membungkus serabut saraf dan memelihara dinding sel. Kolesterol adalah salah satu bahan untuk menghasilkan vitamin D, hormon, dan enzim pencernaan.

Referensi
Stroke??? Sebaiknya anda tahu sebelum anda tersera
Oleh Alfred Sutrisno, Dr, Sp.BS

Friday, May 20, 2011

Cara untuk menghilangkan Pegal


ilustrasi menghilangkan rasa pegal yang salah

Menurut informasi dari suatu majalah,katanya begini ada beberapa cara untuk menghilangkan pegal terutama untuk orang kantoran yang sering duduk,diantaranya:

1. Neck Side Stretch

Duduk tegak, pandangan lurus ke depan, lalu gerakkan kepala ke kanan. Dengan tangan kanan, tarik kepala ke arah kanan dengan pelan untuk melenturkan otot-otot leher samping. Tahan posisi ini selama 10 detik dan ulangi 3 kali. Lakukan hal yang sama ke arah kiri.

2. Back Stretch

Duduk tegak, pandangan lurus ke depan, lalu letakkan kedua tangan di belakang kepala. Tarik napas dalam-dalam sambil membusungkan dada. Tahan postur ini selama 10 detik, ulangi 3 kali.

3. Wrist Extension Stretch

Ulurkan tangan kanan lurus ke depan. Tekuk tangan pada pergelangan sehingga telapak mengarah ke bawah. Dengan tangan kiri, tarik telapak dan jemari kanan ke arah Anda. Tahan selama 20-15 detik dan ulangi 2-3 kali. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri.

4. Wrist Flexion Strech

Ulurkan tangan kanan lurus ke depan. Tekuk tangan pada pergelangan sehingga telapak mengarah ke atas. Dengan tangan kiri, tarik telapak dan jemari kanan ke arah Anda. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri.

5. Back Extension Stretch

Sambil berdiri, ulurkan kedua tangan lurus ke belakang. Genggam kedua tangan lalu tarik ke atas sambil membusungkan dada. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali.

6. Front Flexion Stretch

Duduk tegak, lalu ulurkan kedua tangan lurus ke depan. Dorong kedua tangan ke depan sambil menekan perut. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali.

7. Chair Squat

Dimulai dengan berdiri tegak, kedua tangan diangkat lurus ke depan. Dengan perlahan, dorong bokong Anda ke arah kursi seolah akan duduk, tetapi berhenti sebelum bokong menyentuh kursi. Lalu naik kembali ke posisi semula. Lakukan 10-15 kali sebanyak 3 set.

8. Open And Close Hands

Dalam posisi duduk tegak, tekuk kedua telapak tangan Anda dan tahan selama beberapa detik. Kemudian buka kedua telapak tangan sambil berdiri melemaskan jemari sejauh mungkin.

9. Desk Chest Press

Letakkan kedua tangan yang terulur sejauh dada di ujung meja dengan badan lurus, dada tegak. Turunkan dengan pelan badan Anda dengan menekuk siku ke arah luar sampai tegak lurus dengan tubuh Anda, lalu kembali ke posisi semula. Lakukan 10-15 kali sebanyak 3 set.
kaskus.us

Thursday, May 19, 2011

10 Tips Hidup Sehat Tanpa Obat

Hidup yang multikompleks dewasa ini membuat kita bisa terlanda “penyakit” aneh yang sulit diatasi, baik oleh kekebalan tubuh sendiri maupun obat-obatan. Bagaimana kiatnya agar kita tetap sehat tanpa harus sering berobat.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa tubuh kita mempunyai sistem kekebalan yang mampu melindungi badan dari serangan penyakit. Itu kalau sistemnya bekerja! Kadang-kadang suka ngadat. 

Kalau sudah begitu, ya apa boleh buat! Kita terpaksa berobat. Namun, niscaya juga tidak ada salahnya, mencoba berbagai kiat hidup mencegah penyakit tanpa tergantung pada obat-obatan. 

Di mana-mana, yang dapat dipakai untuk itu: mencegah sebelum terjadi itu lebih baik daripada mengobati yang sudah telanjur marak. Berikut 10 tips yang bisa membantu anda.

1. Kenali diri Anda, baik fisik maupun kejiwaan
Ini agak filosofis, memang, tetapi sebenarnya justru di sini letak kunci segalanya. Dengan mengenali diri sendiri, kita dapat mengetahui kelemahan fisik tubuh kita, lalu dapat memutuskan apa yang baik dan boleh dilakukan bagi tubuh, dan apa yang tidak. 

Orang yang tanpa disadari telah keenakan menyantap makanan yang asin secara berlebihan, misalnya, lama-kelamaan merasakan tubuhnya berubah, seperti cepat merasa pusing, berkurang keseimbangan tubuhnya, dan sering merasakan aneka gejala tidak enak badan. 

Setelah memeriksakan badan ke dokter, baru diketahui tubuhnya mulai mengidap “penyakit” tekanan darah tinggi. Kalau sejak itu ia berusaha sungguh-sungguh untuk mengurangi makanan asin dan berlemak, sambil melakukan olahraga ringan secara teratur, maka “penyakit”-nya tidak mudah kumat, dan ia tidak perlu sering pergi ke dokter lagi.

Bila Anda mempunyai keluhan seperti itu, seyogianyalah mencontoh orang yang mengenal kelemahan dirinya sendiri itu. Begitu juga orang yang mudah marah dan sukar mengendalikan diri karena tidak mengenal kekurangan dirinya sendiri. 

Setelah mengenal kelemahannya, dan mau memperbaiki kebiasaannya yang merugikan, lama-lama ia mahir menjaga agar tidak mudah terpancing emosinya. Itu berkat ia berusaha mengenal dirinya sendiri juga. 

2. Tidak terburu-buru merasa sakit
Hanya karena bersin, batuk, atau agak demam, orang telah memutuskan untuk minum obat. Padahal acap kali setelah dibiarkan tiga hari, gejala sakit itu hilang sendiri. 

Tubuh memang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan sendiri. Hanya dengan beristirahat cukup, gejala sakit itu sudah hilang sendiri. Gejala pusing kadang bahkan dapat hilang hanya karena menghirup udara segar di taman yang tidak tercemar udara knalpot.

Gejala batuk dan bersin memang merupakan tanda serius juga, bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan kuman penyakit dari saluran pernapasan. Demam berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan serangan kuman. Kalau gejala itu berlangsung selama tiga hari, karena beratnya serangan, ya apa boleh buat, kita ke dokter untuk konsultasi medis. 

3. Mengusahakan variasi makanan sehari-hari
Melakukan variasi santapan, berangkat dari asumsi bahwa ada bahan makanan tertentu yang lebih bermanfaat daripada jenis makanan biasa sehari-hari. Kalau ini kita pakai sebagai selingan bagi jenis makanan sehari-hari, maka kedua kelompok bahan itu dapat saling melengkapi. 

Bila kita terbiasa makan daging ayam dan sapi, sebaiknya mengubah kebiasaan itu, dan sekali-sekali makan ikan segar, tempe, dan tahu sebagai selingan. Bahan ini mempunyai kadar lemak tak jenuh yang banyak, dan berpotensi mengurangi risiko tekanan darah tinggi. 

Sebaliknya, kalau kita terbiasa makan ikan, tempe, dan tahu telur saja sehari-hari, pada suatu kesempatan makan santapan istimewa pada kondangan temanten, atau arisan keluarga besar, ambil saja daging ayam atau sapi. Protein daging hewan berperan mempertahankan laju pertumbuhan tubuh dan mengganti sel-sel jaringan yang rusak.

Begitu juga dengan sayuran. Kalau hari demi hari kita makan sayur mayur hijau, karena beranggapan bahwa yang serba hijau itu pasti bagus, sesekali perlu variasi menyantap sayuran dan buah-buahan tidak hijau, seperti tomat, wortel, jagung muda, paprika merah (sebagai sayur), pisang, mangga, apel, jeruk (sebagai pencuci mulut). 

4. Menyesuaikan konsumsi dengan tingkatan umur
Jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh berbeda-beda bergantung pada umur, jenis kegiatan, dan kondisi tubuh (dalam keadaan sakit atau sehat). Pada anak-anak dan remaja yang sedang giat-giatnya tumbuh, kelima unsur dalam makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta air) sangat diperlukan, sehingga tidak perlu dibatasi. 

Sebaliknya, pada orang dewasa dan lanjut usia, pembatasan itu mutlak perlu. Karbohidrat dan lemak sebagai penghasil energi harus dikurangi jumlahnya, mengingat kegiatan fisik mereka sudah menurun. Cara mengurangi karbohidrat dan lemak ialah dengan mengurangi porsi nasi dan goreng-gorengan. Sebaliknya, vitamin dan mineral serta air justru harus dimakan dengan cukup. 

Zat-zat ini sangat perlu untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh, dan meningkatkan daya tahannya. Hanya perlu diingat bahwa yang paling baik ialah memakai vitamin alamiah, seperti yang terkandung dalam buah dan sayuran segar. Sedangkan air yang diminum harus yang steril, aman dari kuman, seperti air mineral yang benar memenuhi syarat sebagai air mineral. 

Boleh juga air biasa yang selalu sudah direbus lebih dulu. Lebih kurang 60% dari bobot badan kita berupa air atau cairan. Itu berarti kita harus minum air lebih banyak daripada unsur makanan yang lain. 

Orang yang sedang sakit dan terpaksa minum obat, malah harus minum air lebih banyak lagi. Penderita “penyakit” sulit buang air, bisa tertolong dari penderitaannya dengan setiap hari minum 2 - 3 gelas air putih sebelum pergi ke belakang.

Konsumsi protein pada orang dewasa dan lansia juga perlu dikurangi, meskipun tidak sebanyak pengurangan karbohidrat dan lemak. Cara mengurangi protein ini ialah dengan mengganti menu makanan sumber protein hewani dengan makanan sumber protein nabati, yang kadar proteinnya kurang atau hanya sedikit. Misalnya, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. 

5. Berolahraga secara teratur sesuai kemampuan
Berolahraga bertujuan memperlancar peredaran darah, dan mempercepat penyebaran impuls urat saraf ke bagian tubuh atau sebaliknya, sehingga tubuh senantiasa bugar.

Banyak orang berpendapat, tanpa olahraga pun kita sebenarnya juga sudah bergerak badan mirip olahraga, kalau melakukan pekerjaan fisik sehari-hari seperti menyapu lantai, membersihkan rumah, mencuci, dan menjemur pakaian. 

Tetapi apakah “olahraga” semacam ini dapat kita lakukan secara teratur dan berkesinambungan? Itu masalah tersendiri! Diperlukan kemauan yang kuat, berdasarkan keyakinan bahwa olahraga itu mutlak perlu agar badan tetap bugar, karena peredaran darah diperlancar tadi. 

Pada gilirannya ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Para penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, infeksi paru-paru, dan kencing manis, hendaknya berkonsultasi ke dokter dulu untuk mengetahui jenis olahraga apa yang cocok. Biasanya olahraga yang intensitasnya rendah dan dilakukan tidak terlalu lama.

Orang normal yang tidak mengidap penyakit, sangat baik memilih olahraga yang kapasitas aerobiknya tinggi seperti renang, aerobik yang high impact, naik sepeda stasioner, dan joging. 

6. Selalu menjaga kebersihan
Lingkungan bersih di rumah, halaman, dan kompleks hunian memberi suasana segar dan nyaman. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kelompok rumah yang mempunyai halaman dan lingkungan tertata baik, hijau, dan asri, mempunyai persentase kesehatan penghuninya jauh lebih baik daripada kelompok rumah miskin tanaman.

Lingkungan bersih membuat tubuh kita juga bersih, baik jasmani maupun rohani. Kondisi ini mampu mencegah penyakit jasmani seperti infeksi kulit, alergi debu, flu, bronkitis, dan “penyakit” rohani seperti stres, frustrasi dan depresi, biang kerok menurunnya sistem kekebalan tubuh. 

7. Meluangkan waktu untuk bersantai
Meluangkan waktu tidak berarti minta istirahat lebih banyak daripada bekerja produktif sampai melebihi kepatutan. Tidak! Meluangkan waktu untuk istirahat itu sebentar saja, dan ini perlu, untuk setel kendo sejenak di antara ketegangan jam sibuk bekerja sehari-hari. 

Ini perlu dilakukan secara rutin. Bersantai juga tidak berarti harus melakukan rekreasi yang melelahkan, tetapi cukup berkumpul membicarakan masalah keseharian dengan rekan sekantor, tetangga atau keluarga di rumah. Bukan tidak mungkin, mereka dapat membantu memecahkan masalah, atau setidak-tidaknya meringankan beban pikiran. 

Bersantai seorang diri dengan merenung dan mawas diri juga perlu. Makin sering dan rutin ini dilakukan, makin bagus keseimbangan jiwa kita. Tidur nyaman juga bentuk bersantai seorang diri. Stamina akan pulih dengan cepat, dan keseimbangan hormon dalam tubuh juga cepat tercapai.

Tubuh letih dan pikiran kusut kalau dibiarkan berkepanjangan (sampai dibawa ke kamar tidur), akan menurunkan daya kerja sistem kekebalan tubuh. Pada gilirannya memudahkan serangan penyakit. 

8. Back to nature
Trend pada awal dekade 1990-an di negeri Barat ini dilandasi pengalaman bahwa gaya hidup pada zaman modern mendorong orang mengubah kebiasaan makan, seperti misalnya lebih sering menyantap makanan kalengan, sambal botolan, atau buah awetan. 

Juga jarang bergerak badan karena kemudahan memakai alat bantu rumah tangga, seperti mencuci pakaian dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan penyedot debu, bepergian dengan kendaraan, padahal cuma dekat dan lebih sehat dilakukan dengan jalan kaki. Tubuh kita jadi manja, karena jarang bergerak, sehingga mudah sakit karena lembek. 

Sebaliknya, seorang pendekar silat, walaupun hidup di tengah zaman modern, selalu sehat tubuhnya karena masih sering berjalan kaki, latihan rutin dengan menggerakkan badan, dan tidak memakai alat bantu hasil teknologi modern yang membuat orang jadi lembek.

Untuk kembali dekat dengan alam, kita bukannya harus ikut menjadi pendekar silat, tetapi setidak-tidaknya menghindari bahan makanan kalengan, dan malah memperbanyak makan sayuran dan buah yang segar. 

9. Mengolah pernapasan
Mengolah pernapasan berarti mengatur cara dan frekuensi bernapas agar lebih efisien. Dengan menghirup udara (oksigen) perlahan-lahan dalam hitungan 15 kemudian melepaskannya kembali pelan-pelan juga dalam hitungan 15, kita bisa menahan oksigen dalam badan lebih lama daripada biasanya. 

Oksigen akan dipakai oleh organ tubuh secara efektif, walaupun jumlahnya cuma sedikit. Selama ini kita bernapas dengan frekuensi yang tidak teratur. Kadang lambat, kadang cepat. Oksigen yang diirup juga cepat keluar lagi. Belum sampai dimanfaatkan dengan baik, sudah keburu keluar. Dalam satu menit kita benapas lima kali atau lebih.

Tetapi, dengan latihan teratur frekuensi bernapas itu bisa kurang dari lima kali dalam semenit. Setiap kalinya selalu dalam, dan berdaya guna. Akibatnya, oksigen yang dihirup cukup sedikit saja, tetapi sudah efektif. 

Organ tubuh akan menyesuaikan diri dengan ketersediaan oksigen yang sedikit ini, dan itu justru menguntungkan tubuh. Sebab, dengan oksigen sedikit, tetapi toh sudah efektif itu, tubuh tidak kebanjiran hasil pernapasan berupa CO2 banyak-banyak, yang tidak baik bagi kesehatan. 

10. Menggemari bacaan kesehatan
Ungkapan “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” sangat pas untuk menyindir orang yang ingin tubuhnya sehat, tetapi tidak mau bersusah payah mendekati bacaan tentang kesehatan

Kalau dekat, kita akan tahu seluk-beluk kesehatan itu lebih baik, dan kemudian dapat memakainya untuk menyusun siasat menghindari gangguan penyakit. 

Sumber :

Bagaimanakah Posisi Tidur Yang Baik Untuk Kesehatan

Tidur memang sangat penting artinya bagi kesehatan. Di antara kita sadar betul bahwa kesehatan dipengaruhi oleh dua faktor yang berkaitan dengan tidur yakni kualitas dan kuantitas.

Tetapi mungkin tak banyak yang sadar bahwa posisi tidur juga turut menentukan kesehatan. Menurut para ahli, sekitar 95 persen manusia selalu tidur dalam posisi yang sama setiap malam. Tak heran, bila dengan posisi tidur yang tak pernah berubah, seseorang dapat memiliki kecenderungan mengalami penyakit tertentu.
Berikut ini adalah plus minus beberapa posisi tidur bagi kesehatan menurut kajian para ahli :

1. Posisi Recovery
Posisi ini disebut dengan posisi pemulihan karena lumrah digunakan dalam kondisi emergensi atau darurat medis. Menurut Professor Jim Horne dari Sleep Research Centre di Loughborough University, Inggris, posisi ini dapat membantu meringankan gangguan pencernaan terutama refluks zat asam (acid reflux) dan melegakan saluran pernafasan.

Kunci utama posisi ini adalah memiringkan tubuh ke sebelah kiri. Sebuah penelitian terhadap penderita heartburn (rasa panas di lambung atau dada) di Graduate Hospital, Philadelphia AS ditemukan bahwa tidur dengan posisi miring kanan membuat asam lambung menjadi lebih lambat mengalir ke esofagus, sehinga mereka yang tidurnya miring ke kanan lebih sering mangalami ketidaknyamanan.

Namun begitu, posisi ini dapat menimbulkan risiko lain, yakni memicu timbulnya keriput atau kerutan di kulit wajah karena salah satu bagian wajah mengalami tekanan.

2. Posisi The Corpse
Tidur pada posisi tengadah atau menempatkan bagian belakang tubuh sebagai tumpuan adalah pilihan yang baik bagi penderita arthtritis dan sakit punggung, kata Sammy Margo, psikoterapis dan penulis buku Good Sleep Guide. Hal ini karena beban atau bobot tubuh terbagi secara rata ke seluruh bagian tanpa memberi tekanan kepada salah satu daerah tubuh tertentu.

Tetapi, posisi ini juga dikenal efek buruknya karena pemicu utama mendengkur atau mengorok. Dr John Shneerson, direktur Sleep Centre di Papworth Hospital Cambridge menjelaskan, posisi ini akan membuat otot-otot rahang dan lidah menjadi rileks. Alhasil, rahang dan tenggorokan menjadi melemah dan terkulai karena pengaruh gravitasi. Kondisi ini membuat tenggorokan menyempit, menimbulkan turbulensi udara yang memicu vibrasi dan dengkuran.
Gangguan tidur serius seperti sleep apnea bisa muncul dari dengkuran ini. Tenggorokan bisa benar-benar tertutup sehingga bisa menghentikan aliran nafas selama sekitar 10 detik atau bahkan lebih.

"Riset menunjukkan bahwa mereka yang tidur pada posisi ini cenderung mengalami penurunan kadar oksigen dalam peredaran darah mereka, yang tentunya menjadi kekhawatiran bagi pasien yang mengidap sakit jantung dan paru-paru," ungkap Dr David Eccleston, dokter ahi masalah tidur dari Birmingham Inggris.

Mereka yang tidur pada posisi ini juga bernafas lebih cepat ketimbang yang tidur dengan posisi lainnya, sehingga jaringan tubuh mereka menjadi kekurangan oksigen (deoxygenated). Hal ini dapat memicu gangguan lainnya seperti asma dan penyakit jantung. Jika posisi ini adalah favorit Anda, pastikan kepala Anda ditopang oleh bantal yang nyaman, kata Dominic Cheetham, seorangchiropractor dari London. Minimnya penopang pada leher dan ruas tulang belakang bagian atas menyebabkan ketegangan pada otot leher dan bahu sehingga bisa memicu rasa sakit.

3. Posisi Foetal
Posisi tidur ini menyamping dengan lutut kaki yang naik atau ditekuk mendekati dada. Posisi ini dapat membantu mengatasi cedera dan sakit pada punggung.
"Selama seharian, tulang belakang dipengaruhi tekanan gravitasi yang membuat banyak tekanan pada diskus - bantalan tulang belakang. Selama tidur, tidak ada tekanan pada punggung. Air dalam tubuh tertarik pada diskus dan membantu pemulihan cedera," ungkap Sammy Margo.

Menurut Sammy, tidur pada posisi foetal adalah ideal karena ketika tubuh melengkung ke arah dalam akan membuka tulang belakang, menurunkan tekanan pada diskus dan meningkatkan pemulihan. Namun Sammy mengingatkan, penting untuk memastikan posisi leher sejajar dengan seluruh tubuh. Dengan kata lain, pastikan bantal tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, karena ini akan menimbulkan ketegangan pada otot dan saraf leher, yang berakibat rasa sakit kepala dan leher di pagi hari.

4. Posisi Spooning
Posisi tidur dengan memeluk pasangan ini dapat meningkatkan kekuatan hubungan, menurut riset yang dipublikasikan oleh ahli saraf dan psikolg Dr James Coan dari AS. Sentuhan fisik saat tidur dapat mengurangi stres baik pada wanita maupun pria. Namun begitu, posisi ini juga bisa membuat tubuh pegal-pegal dan memperburuk rasa sakit otot dan sendi.
"Penting untuk diingat bahwa tubuh Anda terus berubah selama bertahun-tahun. Posisi yang dulu dirasakan nyaman mungkin tidak akan berlaku lagi," papar Sammy.

Posisi tidur menyamping di mana pasangan menempel pada tubuh Anda - baik di depan atau belakang - bisa menyebabkan sakit punggung dan bahu. Sedangkan tidur dengan menindih tangan atau dada pasangan bisa membuat leher tidak sejajar dengan tulang belakang sehingga memicu sakit leher.

5. Posisi Sunbather
Tidur dengan posisi telungkup membantu Anda mencegah dengkuran karena otot tenggorokan tidak akan terkulai akibat pengaruh gravitasi. Namun bila Anda adalah orang yang sering menggertakan gigi saat tidur, posisi ini tidak direkomendasi. Menurut Dr Mani Bhardwaj, dokter gigi dari The Smile Studios di London, saat seseorang tidur dengan posisi telungkup posisi rahang bawah akan lebih maju ke depan dibandingkan posisi normal. Ini berarti bagi mereka yang suka menggertak-gertakan gigi akan timbul tekanan lebih besar pada bagian gigi bawah yang bisa berujung pada kerusakan signifikan.

Selain itu, posisi ini juga berpotensi menimbulkan gangguan saraf pada tubuh bagian atas. "Ketika Anda telungkup, terlalu banyak atau terlalu sedikit bantal memengaruhi posisi leher dan dan membuanya tidak sejajar dengan tulang belakang. Ini akan meningkatkan kemungkinan kompresi saraf, khususnya pada orang dengan usia lanjut," kata Dr Eccleston.

Anda juga harus memutar leher ke kiri atau ke kanan, yang menyebabkan ketegangan pada salah satu sisi. Kompresi saraf terjadi ketika ruas tulang-tulang belakang menekan saraf pada bagian leher. Risiko dari kondisi ini akan meningkat ketika tulang belakang mengalami arthritis seiring bertambahnya usia.

Dr Eccleston merekommendasikan penggunaan kasur berbahan busa latex atau kasur pegas karena jenis ini dapat menyesuaikan dengan bentuk tubuh Anda dan menyediakan perlidungan dan penopang cukup ideal bagi tulang belakang.
Semoga bermanfaat ...

sumber: Dailymail

Tuesday, May 17, 2011

Tips Sehat Bagi Anda yang Duduk Lama Di Depan Komputer

Tips Sehat Bagi Anda yang Duduk Lama Di Depan Komputer
Duduk terlalu lama di depan komputer dapat mengakibatkan masalah postur tubuh , bahkan berdampak pada kesehatan tubuh keseluruhan. Untuk menghindari terjadi masalah kesehatan, seorang pakar kesehatan, dr Helen Lee, DC, memberikan berbagai tips untuk memperbaiki postur tubuh Anda.

1. Menaruh bantal kecil
Seorang Pakar ahli kesehatan menyarankan taruh bantal kecil di belakang punggung bawah Anda.
Agar sekitar pinggang dan bokong dapat nyaman dan beristirahat.

2. Postur Tubuh
Memiliki kursi sebaik apapun jika cara duduk Anda salah maka tidak akan memperbaiki postur tubuh Anda.
Hindari membungkuk, terlalu dekat dengan keyboard komputer dan menyilangkan kaki.
Berikut cara duduk yang tepat:
- Kedua kaki diletakkan lurus di lantai dengan lutut sedikit lebih tingi daripada pinggul atau bangku.
- Siku nyaman di samping atau diletakkan di sandaran kursi dan bahu tetap lurus rileks.
- Kepala memandang lurus ke depan
- Fokus pada pernapasan perut untuk meningkatkan oksigen ke tubuh. Pernapasan perut juga membuat tubuh tetap santai.

Dehidrasi dapat membuat Anda mudah lelah dan cara duduk cenderung merosot saat Anda kekurangan air dalam tubuh. Minumlah air putih, teh atau jus agar terhindar dari dehidrasi.

4. Bergerak
Hindari duduk seharian di kursi. Bergeraklah secar teratur dengan bangun setiap 15 sampai 30 menit sekali untuk meregangkan otot. Anda juga bisa berjalan-jalan untuk meningkatkan energi .

Sumber http://www.haifren.com

Sunday, May 15, 2011

Pentingnya Ilmu Kesehatan Mental


Mental Health
Ilmu kesehatan mental menyentuh kehidupan manusia pada banyak hal yang sangat penting dan oleh karena itu ilmu kesehatan mental penting bagi setiap orang. Di antara banyak alasan mengapa orang mempelajari ilmu kesehatan mental dan memakai prinsip-prinsipnya sebagai cara hidup dapat dijelaskan di bawah ini.
Ilmu kesehatan mental sangat bemilai dalam membantu seseorang untuk memahami dirinya sendiri dengan lebih baik. Apabila ia meneliti dorongan-dorongan dasarnya, baik yang biologic maupun psikologis, maka ia akan memperoleh penjelasan-penjelasan mengenai beberapa tingkah lakunya.
Kemudian apabila ia melangkah lebih jauh dan menyelidiki kegiatan-kegiatan alam tak sadamya, maka ia segera menemukan penjelasan-penjelasan tentang beberapa tegangan yang terdapat dalam dirinya.
Dalam proses tersebut, ia belajar menaksir kekuatan dan kelemahan-kelemahannya dan ia mengembangkan sikap-sikap objektif yang akan membantunya menjaga suatu pandangan yang seimbang terhadap banyak segi kehidupan yang sehat, baik mental maupun fisik.
Apabila seseorang memahami dirinya sendiri dengan lebih baik dan juga menyadari dirinya berharga, maka ia lebih siap untuk menyelami perasaan-perasaan, emosi-emosi, dan motivasi-motivasi yang dimiliki oleh orang lain. Ia akan segera menyesuaikan cara hidupnya dengan sesamanya sehingga ia dapat hidup bersama dengan mereka secara harmonis.
Dari segi pandangan umum, prinsip-prinsip ilmu kesehatan mental penting sekali dalam persiapan untuk kehidupan keluarga dan profesional. Para perawat dan dokter akan menemukan banyak bahan yang digunakan secara praktis dalam menangani pasien mereka karena ilmu kesehatan mental memberikan mekanisme motivasi dan tingkah laku manusia.
Para orang tua dan guru yang bertindak menurut ilmu ini dan menggunakan secara tepat prinsip-prinsipnya yang sehat dapat mengarahkan dan membimbing tingkah laku dan sikap para remaja pada waktu mereka berkembang melalui taliap-tahap kehidupan yang berbeda dalam perkembangan kehidupan kepribadian mereka.
Dan akhirnya, studi tentang ilmu kesehatan mental dapat memberikan banyak cara preventif dan juga cara pengobatan yang akan membantu mengurangi banyak masalah sosial yang kompleks dan berat yang disebabkan oleh kenakalan/kejahatan, alkoholisme, dan ketidakmamptian menyesuaikan diri yang lain. baik yang ringan maupun yang berat.
Kesehatan Mental 1 Oleh Drs.Yustinus Semiun, OFM

Wednesday, May 11, 2011

Awas, Zat-zat Racun di dalam Sebatang Rokok


Perhatikanlah gambar sebatang rokok berikut ini. Zat apa saja yang terkandung dalam sebatang rokok? Menurut Dokter Spesialis Pam Tjandra Yoga Utama yang berpraktik di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, ada ribuan zat racun yang terkandung dalam sebatang rokok.
Meski demikian, bahaya merokok bukan saja akan mengenai si perokok, tetapi juga orang lain yang tidak merokok, yang berada di sekitarnya. Mereka sering disebut dengan istilah “perokok pasif”. Oleh karena itu, jika di sekitarmu ada orang yang sedang merokok—entah itu orang tua, saudara, atau teman — tegurlah agar menjauh darimu, atau bila itu terjadi di tempat umum, berusahalah menjauh dari kemungkinan ikut mengisap asap rokok.
Begitu juga kalau si perokok itu adalah tante atau saudaramu yang sedang hamil, kamu juga harus berani menegurnya. Jangan takut dibilang sok tahu, sebab hasil dari sebuah penelitian terhadap 4.000 anak berumur 0-5 tahun menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya mengisap rokok 10 batang sehari, menyebabkan peningkatan jumlah kasus asma serta mempercepat munculnya gejala asma pada anak-anaknya.
Begitu juga anak yang kembali dari rumah sakit setelah perawatan asma akut, penyembuhannya akan terganggu karena orang tua yang merokok. Asap rokok tidak hanya memberikan efek negatif terhadap anak-anak yang telah lahir, tapi juga pada janin yang masih ada di dalam rahim.
Mengana? Karena mengisap asap rokok orang lain, bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada bagi si perokok itu sendiri. Maksudnya begini. Sebatang rokok yang sedang dibakar akan menghasilkan asap utama dan asap sampingan. Asap utama adalah asap rokok yang terisap langsung dan masuk ke paru-paru perokok, sebelum kemudian diembuskan kembali.
Asap sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh Ujung rokok yang terbakar. Asap sampingan ini akan mengganggu kesehatan karena mengandung zat-zat berbahaya, di antaranya adalah tar, karbonmonoksida (CO), dan nikotin.
• Tar mengandung bahan kimia yang beracun, merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker.
• Karhonnionoksida adalah gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
• Nikotin merupakan salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.

Gangguan kesehatan apa saja yang bisa kamu alami?
• Alergi: Asap rokok bisa menjadi factor pemicu terjadinya alergi sehingga kamu akan mengalami batuk-batuk, pusirtg, iritasi mata, sampai sesak napas.
• Angina: Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung.
• Asma: Mengalami kesulitan bernapas.
Di samping itu, merokok juga berpotensi menyebabkan kanker paru-paru dan dalam waktu lama menyebabkan gangguan organ lainnya.

Keren Tanpa Narkoba
Oleh Weka Gunawan