MEROKOKselama ini dikenal sebagai kebiasaan yang tidak sehat karena memaparkan banyak zat adiktif dan racun ke dalam tubuh. Termasuk polusi yang bisa menyebabkan kesehatan seseorang memburuk dari waktu ke waktu.
Karbon monoksida dan tar dalam rokok juga sangat merusak tubuh manusia. Karbon monoksida merusak sel sehat dengan mencegah oksigen berperan mengisi dan menyembuhkan. Adapun tar melapisi paru-paru, membuat orang lebih rentan terhadap penyakit pernapasan seperti emphysema dan bronkitis.
Tak hanya perokok, bahaya ini juga berlaku bagi mereka yang sering terpapar asap rokok. Mau membersihkan diri Anda dari paparan nikotin? Berikut caranya seperti dikutip dari eHow.com:
1. Pertama, jika Anda merokok, berhentilah. Bila serius ingin mendetoksifikasi tubuh dari racun nikotin, Anda seharusnya mempertimbangkan segala cara yang diperlukan untuk berhenti merokok. Ada beberapa cara berhenti merokok, bisa melalui terapi, permen, atau hipnosis.
2. Minum banyak air. Ini akan membantu untuk mengelurkan racun dan nikotin yang telah terakumulasi dalam tubuh Anda setelah bertahun-tahun merokok.
3. Makanlah makanan yang kaya serat untuk membersihkan perut dan sistem pencernaan. Nikotin mungkin telah melemahkan sistem ekskretoris yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan limbah dari tubuh. Mengkonsumsi serat akan memungkinkan Anda untuk memiliki gerakan usus rutin yang akan membersihkan sistem metabolisme tubuh.
4. Mempertahankan pola makan sehat yang meliputi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan makanan kaya antioksidan seperti buah beri. Hindari alkohol, soda, kafein dan makanan yang digoreng. Mengkonsumsi gizi dan makanan kaya antioksidan akan membantu memperbaiki kerusakan sel yang disebabkan oleh karbon monoksida dalam rokok.
5. Memperkuat paru-paru dengan melakukan latihan pernapasan setiap hari. Duduklah di tempat yang tenang dan nyaman. Buat tubuh rileks dan tarik napas panjang melalui hidung dan hembuskan napas melalui mulut selama sekitar 5 sampai 10 menit.
Banyak penyakit dapat dicegah dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Di antaranya adalah kanker, yang juga salah satu penyebab utama kematian di banyak negara, termasuk di Indonesia. Ada banyak hal yang diduga menjadi pemicu munculnya kanker di dalam tubuh, dan salah satu di antaranya adalah pola makan yang tidak baik. Kendati tidak semua kanker berkaitan dengan pola makan, namun pola makan yang sehat sudah jelas akan menurunkan risiko terjadinya kanker. Di samping itu, pola makan sehat juga terbukti bermanfaat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan kerusakan ginjal.
Berikut ini beberapa tips pola makan yang sehat yang dapat digunakan :
Perbanyak konsumsi bahan makanan dari tumbuhan
Bahan makanan dari tumbuhan merupakan bahan makanan utama untuk pencegahan kanker. Hal ini karena sayur dan buah merupakan sumber utama phytochemicals, yaitu zat alamiah yang berfungsi melindungi tubuh dari pembentukan tumor. Dengan mengkonsumsi 2 ? 4 porsi buah-buahan dan 3 ? 5 porsi sayur-sayuran, diperkirakan akan menurunkan risiko kanker sebesar 20 %.
Perbanyak jumlah serat dalam makanan sehari-hari
Mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan makanan berserat sebagai pengganti karbohidrat sederhana (seperti tepung atau gula), merupakan pilihan yang tepat untuk mencegah obesitas dan kanker. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah, tidaklah terdapat pada daging, susu, keju maupun minyak. Sedangkan proses pemutihan tepung terigu justru akan menghilangkan kandungan serat gandum.
Serat bermanfaat memperlambat waktu pencernaan makanan sehingga rasa kenyang terasa lebih lama dan tubuh dapat menyerap zat gizi dari makanan dengan baik. Serat juga berikatan dengan asam empedu yang mengandung kolesterol dan akan mengeluarkannya dari tubuh lewat tinja, sehingga akhirnya kadar kolesterol akan turun. Manfaat serat yang lainnya yang tak kalah penting adalah efek anti sembelit yang dimilikinya, sehingga kesehatan usus menjadi lebih baik karena buang air besar dapat dilakukan secara lancar setiap hari.
Minimalkan penggunaan lemak jenuh
Lemak jenuh yang terkandung pada produk hewani seperti daging, susu, dan keju akan meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner. Bahan pangan yang dapat digunakan untuk menggantikan lemak jenuh adalah minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak canola yang mengandung lemak tak jenuh. Selain mengurangi risiko penyakit, minyak nabati relatif tidak meningkatkan berat badan.
Variasi makanan
Susunlah menu makanan secara bervariasi, menggunakan berbagai jenis sayur dan buah. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral dan antioksidan yang alami. Antioksidan adalah penghancur radikal bebas yang ada dalam tubuh. Radikal bebas berbahaya bagi sel tubuh dan berperan menimbulkan kanker. Lingkungan yang tercemar, bahan makanan yang diawetkan serta asap rokok merupakan contoh sumber radikal bebas di sekitar kita. Konsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan akan menurunkan kadar radikal bebas di dalam tubuh sehingga mencegah kerusakan jaringan tubuh dan terjadinya kanker.
Bahan makanan alami
Pilihlah bahan makanan yang masih alami. Proses pengolahan bahan pangan seringkali malah menghilangkan zat gizi dan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Riset para ahli telah menunjukkan bahwa zat gizi, nutrisi, dan antioksidan dari bahan pangan alami lebih baik kualitasnya dari pada yang berupa olahan ataupun berupa suplemen makanan.
Makan secukupnya
Makanlah secukupnya, dalam artian jangan sampai kekurangan namun juga janganlah berlebihan. Kekurangan zat gizi karena makan terlalu sedikit sudah tentu akan menyebabkan tubuh tidak memiliki modal yang cukup untuk metabolisme sehari-hari dan untuk membangun kekebalan terhadap penyakit. Namun demikian makan yang berlebihan juga akan menyebabkan penimbunan bahan makanan yang tidak terpakai sehingga terjadi kegemukan dan peningkatan kadar lemak, yang justru akan membebani kerja organ hati, jantung, dan ginjal.
Makan secara teratur
Sedapat mungkin aturlah agar makan dilakukan secara teratur waktunya. Hal ini penting karena sekresi asam lambung dan enzim pencernaan umumnya mengikuti irama harian sesuai dengan jadwal makan sebelumnya. Tidak teraturnya jadwal makan dapat menyebabkan berbagai keluhan sakit maag, karena adanya iritasi dari asam lambung dan enzim pencernaan pada saluran cerna yang kosong.
Menipisnya lapisan ozon di atmosfer dapat meningkatkan risiko kanker pada semua orang. Namun secara individual, beberapa orang punya kebiasaan dan faktor risiko yang membuatnya lebih rentan dari yang lain untuk menderita kanker kulit.
Beberapa kebiasaan dan faktor risiko yang bisa membuat orang lebih rentan kanker kulit adalah sebagai berikut seperti dikutip dariMenshealth.com, Kamis (26/5/2011).
1. Suka memakai celana pendek
Dermatolog dariMensHealth, Adnan Nasir, MD mengatakan betis bagian belakang merupakan tempat yang sering diserang kanker kulit. Bagian ini juga sulit dilindungi dengan tabir surya, karena sering bergesekan dengan paha saat dalam posisi duduk.
"Saat berjalan di bawah sinar matahari, radiasi sinar ultraviolet akan meningkatkan risiko kanker di bagian ini," ungkap Dr Nasir.
2. Sering bawa mobil
Sering bepergian dengan mengendarai mobil pribadi bisa meningkatkan risiko kanker di daerah punggung tangan. Alasannya sederhana, ketika memegang setir mobil maka bagian tersebut paling banyak terkena sinar matahari secara langsung karena kaca mobil bagian depan jarang dilapisi filter.
3. Memiliki potongan rambut pendek
Saat memakai topi, kulit wajah memang terlindung tapi biasanya telinga tetap kepanasan. Kulit di bagian atas telinga termasuk salah satu lokasi yang rentan diserang kanker, sehingga beruntunglah orang yang suka memanjangkan rambut karena bagian ini akan selalu terlindung.
4. Suka merokok
Racun dalam rokok bisa mencapai peredaran darah hanya dalam beberapa detik. Karena diedarkan ke seluruh bagian tubuh, racun rokok yang merupakan karsinogen (pemicu kanker) bisa memicu kanker di mana saja termasuk di kulit yang juga memiliki banyak pembuluh darah.
5. Berpenghasilan tinggi
Sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan selama 16 tahun menunjukan status ekonomi berhubungan dengan risiko kanker kulit, karena gaya hidupnya berbeda. Makin tinggi penghasilannya, makin sering berlibur dan berolahraga di bawah terik matahari seperti main tennis dan golf sehingga lebih rentan kena kanker kulit.
6. Mengonsumsi obat tidur
Dalam penelitian diJournal of Sleep Researchtahun 2008, Prof Daniel Kripke dariUniversity of Californiamenunjukkan bahwa konsumsi obat tidur bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Beberapa senyawa yang terkandung di dalamnya bisa memicu kerusakan kromosom dan menjadi kanker.
7. Punya kutil
Orang-orang yang memiliki 2 hingga 3 jenis HPV atauHuman Papilloma Viruses(viruspenyebabkutil dan kanker serviks) memiliki risiko kanker kulit 1,4 kali lebih tinggi dari orang yang tidak memiliki HPV sama sekali. Menurut penelitian diDartmouth Medical School, manusia bisa terinfeksi lebih dari 40 varian HPV.
8. Punya tahi lalat
Risiko kanker kulit terutama melanoma meningkat 2,5 hingga 5 persen pada pemilik tahi lalat, baik yang sudah ada sejak lahir maupun baru tumbuh saat dewasa. Tidak semua jenis tahi lalat meningkatkan risiko, namun jika punya banyak tahi lalat dianjurkan lebih sering memeriksakan kulitnya.
9. Rambutnya berwarna merah
Secara genetik, pemilik rambut berwarna merah (redhead) memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit. Pemicunya adalah kelebihan pigmen atau zat warna merah pada rambut, yang disebut phaomelanin.
10. Memiliki kulit berbintik dan mata pucat
Dr jennifer Stein dariNew York Universitymengatakan, warna mata yang agak pucat bukan faktor risiko independen pada kanker kulit. Namun jika kulitnya juga pucat dan berbintik (freckles), maka efeknya sama seperti pada pemilik rambut merah.
Banyak orang yang mengeluh telinganya berdengung (nada rendah) atau berdenging (nada tinggi). Keluhan ini dapat terjadi pada satu telinga saja maupun pada kedua telinga. Dapat bersifat sangat ringan sampai sangat berat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Tinnitus bukanlah suatu penyakit namun merupakan gejala dari suatu penyakit yang menimbulkan tinnitus.
Pada dasarnya telinga berdengung (tinnitus) adalah gangguan pendengaran yang ditandai dengan keluhan perasaan mendengar bunyi di dalam telinga atau di dalam kepala yang tidak dihasilkan oleh sumber dari luar. Tinnitus berasal dari kata “tinnire” yang artinya “membunyikan”
Tinitus pada pasien lanjut usia biasanya disebabkan oleh kerusakan pada saraf-saraf pendengaran/ Sedangkan pada pasien muda dapat disebabkan oleh seringnya mendengar suara keras , seperti music dengan volume suara yang memekakkan telinga.
Penyebab tinnitus yang paling sederhana adalah menempelnya kotoran telinga (serumen) di gendang telinga. Biasanya hal ini disebabkan karena kebiasaan mengorek kotoran telinga dengan cotton bud. Namun hasilnya kotoran keluar sangat sedikit sebaliknya sisa kotoran yang ada terdorong ke gendang telinga. Untuk mengatasi hal ini, disarankan untuk jangan mengorek telinga sendiri. Lebih baik datang kepada dokter di bidang THT secara rutin 6 bulan atau setahun sekali untuk membersihkan telinga.
Disamping itu tinnitus juga dapat merupakan gejala dari Penyakit Meniere’s yang memiliki trias gejala yaitu : Tinitus dengan nada rendah atau tinggi, tuli saraf serta vertigo yang berfluktuasi. Penyakit lain yang terkait dengan tinnitus adalah Otosklerosis , Infeksi dan peradangan pada telinga , tumor jinak pada saraf pendengaran, tumor Glomus Jugulare , keracunan obat, tuli saraf, kelainan pada tuba eustachius, hipertensi, anemia, gangguan endokrin, penyakit autoimun seperti penyakit Lupus eritematous, cedera kepala.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghindari timbulnya tinnitus ataupun mengurangi gejala tinnitus. Semoga berguna bagi anda!
Bau kaki? Oh, tidak. Ini tentu jadi masalah besar. Semua orang pasti tidak ingin memiliki masalah yang satu ini, selain mengganggu, bau kaki juga bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang. Bau kaki biasanya disebabkan oleh kaki yang berkeringat sehingga menyebabkan bakteri dapat tumbuh dengan cepat, karena lingkungan yang lembab merupakan tempat yang optimal untuk pertumbuhan bakteri. Tubuh memiliki lebih dari 250.000 kelenjar keringat, sedangkan kaki termasuk bagian tubuh yang paling berkeringat. Dalam sehari, satu kaki dapat memproduksi lebih dari satu pint (sekitar 568 ml) keringat. Keringat itu sendiri sebenarnya merupakan campuran air dan garam, sehingga tidak memiliki bau tertentu.
Untuk menghindari bau kaki, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Salah satunya adalah menggunakan kaus kaki yang berbahan katun, karena bisa menyerap keringat dan membuat kaki bisa bernafas lebih baik. Jika Anda ingin membeli sepatu, belilah sepatu berkualitas yang bagus. Cari sepatu yang bagian dalamnya terbuat dari bahan alami, karena akan membuat kaki
bisa bernapas lega dan lebih cepat menyerap keringat. Bahan sintesis akan membuat kaki mengeluarkan bau yang tidak enak karena kurangnya udara masuk. Selain memperhatikan pemilihan sepatu, Anda juga harus memastikan kaki selalu dalam keadaan bersih. Saat mandi, bersihkan kaki Anda dengan sikat kaki atau sikat kecil lainnya. Hal ini berguna untuk mengangkat sel kulit mati yang merupakan salah satu penyebab bau di kaki.
Berikut ini ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya:
1. Gunakan tawas. Campurkan satu sendok teh tawas dengan air sampai mencapai mata kaki, lalu rendam kaki selama 30 menit, setelah selesai bilas kaki dengan menggunakan air bersih. Ulangi setiap 4 hari sekali, dalam sebulan masalah bau kaki akan berkurang.
2. Gunakan sari cuka apel. Untuk mengontrol bau kaki, rendamlah kaki beberapa kali dalam seminggu dengan mencampurkan sari cuka apel dengan air hangat.
3. Baking soda. taburkan baking soda ke dalam sepatu untuk menyerap kelembaban dan juga bau yang ditimbulkan dalam sepatu.
4. Panaskan seperempat air dalam teko teh dengan lima sachet teh. Setelah airnya dingin rendam kaki dengan air teh tersebut selama 30 menit. Zat tannin yang terkandung dari teh akan bersifat sebagai astringent yang akan mencegah kaki berkeringat.
5. Konsumsi zink atau pastikan mengkonsumsi setidaknya 15 miligram multi vitamin. Zink akan membuat kulit lebih resistan terhadap bakteri yang menyebabkan bau kaki. Namun, jangan berlebihan dalam penggunaannya, tidak boleh lebih dari 15 miligram, karena kadar zink yang tinggi akan mengganggu penyerapan zat besi.
APAKAH kuku Anda termasuk dalam kategori cantik karena pulasan kutek. Sesekali biarkan tetap natural dan intip kondisi kesehatan Anda dari cantiknya kuku yang alami.
1. Kuku pucat
Kuku berwarna pucat atau cenderung berwarna putih kadang-kadang terkait dengan penuaan. Tetatpi ada 4 penyakit serius yang mungkin saja ditandai dengan kuku berwarna pucar ini misalnya anemia, gagal jantung, pengidap penyakit hati atau juga gizi yang buruk.
2. Kuku putih
Jika kuku berwarna putih dengan ujung atas berwarna gelap mengindikasikan adanya masalah pada hati seperti hepatitis.
3. Kuku kuning
Salah satu penyebab paling umum kuku berwarna kuning adalah infeksi jamur. Semakin memburuknya infeksi bisa membuat kuku tidak tumbuh dengan sehat, menebal dan rapuh. Kuku kuning juga menunjukan kondisi yang lebih serius seperti penyakit tiroid parah, paru-paru, diabetes atau psoriasis.
4. Kuku kebiruan
Kuku dengan warna kebiruan menandakan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Ini mengindikasikan adanya infeksi di paru-paru seperti pneumonia. Jika hanya sedikit kebiruan di ujung bawah kuku bisa juga menandakan diabetes.
5. Kuku kasar
Jika permukaan kuku berkerut dan berbunyi jika diadu ini merupakan tanda awal dari psoriasis atau inflamasi arthritis. Perubahan warna kuku dapat terlihat merah kecokelatan.
6. Kuku retak
Kuku terlihat kering, rapuh dan sering retak telah lama dikaitkan dengan penyakit tiroid. Jika memberlah dan berwarna kuning ada kemungkinan ini karena infeksi jamur.
7. Kuku bengkak dan terlipat
Jika kulit di sekitar kuku terlihat merah dan bengkak, ini dikenal sebagai peradangan yang menunjukan adanya penyakit lupus dan gangguan jaringan ikat.
8. Garis hitam
Periksakan segera jika ada garis hitam di kuku Anda. Ini terkait dengan gejala melanoma atau yang dikenal dengan kanker kulit dari jenis yang paling berbahaya.
9. Menggigit kuku
Menggigit kuku mungkin buat Anda hanyalah sebuah kebiasaan, padahal ini sangat mungkin menandakan kecemasan yang berlebihan dan membutuhkan pengobatan karena menderita gangguan obsesif-kompulsif. Jadi, jika Anda tidak bisa berhenti, ada baiknya berdiskusi dengan dokter Anda.
Bila orang bisa cuek dengan pakaian, tidak demikian halnya dengan alas kaki. Sepatu harus enak dipakai dan desainnya bagus. Sepatu demikian biasanya mahal harganya. Sayangnya, tidak semua alas kaki berharga mahal menunjang kenyamanan kaki.
Salah satu sepatu yang bisa menyiksa kaki adalah sepatu hak tinggi atau high heels. "Hak sepatu masa kini makin lama semakin tinggi. Kami para ahli masalah kaki menyebutnya shoe-icide atau menyiksa diri dengan sepatu," kata Hillary Brenner, juru bicara American Prodiatic Medical Association.
Selain sepatu berhak tinggi, alas kaki yang terlalu sempit, tumit sepatu terlalu tinggi atau sepatu yang lancip ujungnya, atau sepatu yang ukurannya kurang tepat juga bisa menimbulkan masalah tersendiri.
Berikut adalah masalah-masalah di kaki yang ditimbulkan oleh sepatu.
1. Nyeri tumit
Nyeri pada tumit dapat terjadi karena saraf terjepit atau adanya kondisi kronis seperti artritis. Namun, penyebab yang paling umum adalah peradangan pada jaringan fasial plantaris di sepanjang dasar kaki yang memanjang dari tulang tumit hingga jari kaki.
Memakai sepatu tidak sesuai ukuran atau kegiatan yang memberi beban berlebihan pada kaki, seperti lari, bisa meningkatkan risiko terjadinya fasial plantaris. Nyeri tumit juga bisa disebabkan material sepatu yang kaku sehingga menyebabkan tumit bengkak dan lecet.
2. Tendinitis achiles
Kondisi ini merupakan radang pada tendon yang disebut juga otot tumit. Penyebabnya adalah latihan berat dan berulang-ulang, misalnya lari.
3. Kuku kaki tumbuh ke dalam
Kuku kaki tumbuh ke dalam adalah kondisi kuku kaki tumbuh dan masuk ke dalam daging jari kaki. Seringnya terjadi pada jempol kaki. Hal ini bisa terjadi jika kuku kaki agak melengkung, sepatu tidak sesuai ukuran, atau karena guntingan kuku kaki yang tidak benar. Untuk mencegahnya, jangan memotong kuku kaki terlalu pendek atau memakai kaus kaki.
4. Nyeri pada jari-jari kaki
Tekanan yang terlalu besar pada bagian depan kaki bisa menyebabkan nyeri pada telapak kaki bagian depan jari-jari. Selain penggunaan sepatu yang menyebabkan kaki berada dalam posisi tidak natural, kelebihan beban akibat kehamilan, lelah otot, terlalu lama berjalan, atau kegemukan juga bisa menyebabkan gangguan yang disebut metatarsalgia ini.
5. Nyeri punggung
Postur tubuh yang buruk merupakan salah satu penyebab utama keluhan nyeri punggung. Pemakaian alas kaki yang tidak tepat juga bisa menyebabkan postur tubuh buruk.
Menurut Brenner, memakai sepatu tanpa hak atau sepatu balerina membuat kaki tidak bisa menyangga tubuh dengan baik. "Sepatu jenis ini tidak menyokong lengkungan kaki sehingga fungsi otot tumit, panggul, dan punggung tidak optimal," katanya. Sebagai solusinya, gunakan alas orthotic di dalam sepatu.
6. Mata ikan dan kapalan
Mata ikan dan kapalan terjadi akibat tekanan atau gesekan sehingga kulit melindungi dirinya dengan penebalan dan pengerasan. Sepatu yang ukurannya kurang pas bisa menjadi penyebab timbulnya mata ikan dan kapalan pada kaki.
Rasa sakit dan nyeri di tubuh bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Meski begitu ada beberapa trik sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri dan sakit secara alami.
Sebagian besar orang akan mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri yang menyiksa. Namun beberapa studi mengungkapkan cara-cara alami tapi efektif untuk mengurangi rasa nyeri, seperti dikutip dariPrevention.com, yaitu
1. Mengumpat
Mengumpat diketahui bisa meningkatkan toleransi terhadap ketidaknyamanan, serta dapat memicu serangan reaksi fisik dan hormonal yang bisa meringankan rasa sakit atau nyeri yang muncul.
2. Melihat foto orang yang dicintai
Melihat orang yang dicintai seperti pasangan atau anak bisa memicu tubuh melepaskan zat kimia yang dapat menutup daerah di otak yang berfungsi mengatur rasa sakit, sehingga ia akan lebih sedikit merasa nyeri.
3. Berfantasi tentang sesuatu yang menyenangkan
Membiarkan pikiran berfantasi tentang sesuatu yang menyenangkan seperti seksual bisa mengimbangi rasa sakit dan nyeri yang muncul. Fantasi tersebut akan mengurangi kecemasan dan membuat seseorang menjadi lebih rileks.
4. Ambil napas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan
Menarik napas dalam secara perlahan secara signifikan dapat mengurangi rasa ketidaknyamanan yang dirangsang oleh rasa sakit. Serta bernapas juga membantu menonaktifkan respons fight-or-flight tubuh terhadap rasa sakit.
5. Sedikit meditasi setiap hari
Orang yang bermeditasi secara teratur memiliki area lebih tebal pada korteks (bagian otak yang mempengaruhi sensitivitas nyeri), semakin tebal maka sensitivitasnya semakin berkurang. Beberapa hari melakukan meditasi bisa meningkatkan toleransi terhadap nyeri.
6. Mengendus aroma apel hijau
Studi dari Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago menemukan bahwa aroma apel hijau bisa mengurangi kontraksi otot di kepala dan leher, serta mengurangi kecemasan sehingga seseorang bisa lebhi toleransi terhadap rasa sakit.
Namun jika rasa nyeri yang muncul tidak juga berkurang atau hilang, terlebih jika ditambah dengan gejala lainnya, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahuipenyebabrasa nyeri tersebut.
Memiliki masalah bau mulut sungguh menjengkelkan. Selain menimbulkan rasa kurang percaya diri dalam pergaulan, aroma napas tak sedap juga membuat mulut terasa tak nyaman.
Ketika sikat gigi tak mampu mengatasinya, cobalah mengonsumsi buah apel. Di Korea Selatan, konsumsi buah apel menjadi rahasia penangkal aroma napas tak sedap. Bekerja seperti permen mint ampuh menangkal aroma napas tak sedap.
Sejumlah peneliti asal Korea Selatan melakukan penelitian untuk mencari makanan alami pembasmi napas tak sedap. Napas tak sedap menjadi masalah jamak di negara itu karena banyaknya rumah makan atau santapan khas yang menggunakan bumbu bawang putih yang kuat.
Setelah melalui berbagai percobaan, mereka menyimpulkan bahwa mengunyahbuah apel bisa mengembalikan napas segar dan mengusir bau mulut tak sedap.
“Kami berharap akan banyak orang yang menghasilkan spesies apel dengan fungsi lebih kuat untuk mengontrol bau dari makanan yang dikonsumsi, setidaknya dalam dua tahun ke depan,” kata Hwang Hye-sung, seorang peneliti asal Korea Selatan, seperti dikutip dari Weird News.
Hye-sung menyarankan masyarakat setempat untuk membiasakan diri meletakkan buah apel di dalam tas. Ini penting, agar ciuman perpisahan usai makan malam romantis tak berakhir buruk. “Apel menjadi buah yang mampu menyegarkan napas secara alami, menghapus potongan makanan yang menempel pada gigi,” katanya.
Meski masih ada beberapa peneliti yang skeptis tentang efek ini, tak ada salahnya mencoba. Sebab, secantik dan setampan apa pun, orang akan kehilangan daya tarik jika memiliki aroma napas tak sedap. Itulah mengapa menjaga kesegaran napas penting demi menunjang kesempurnaan penampilan
Neuroblastoma adalah suatu bentuk kanker dari jenis tertentu yang mengembangkan sel-sel saraf yang ditemukan dalam embrio atau janin. (Istilah neuro menunjukkan "saraf," sementara blastoma mengacu pada kanker yang belum matang atau berkembang mempengaruhi sel). Jenis kanker ini terjadi pada bayi dan anak kecil dan jarang ditemukan pada anak-anak usia lebih dari 10 tahun.
Neuroblastoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel saraf yang ditemukan di beberapa area tubuh. Neuroblastoma paling sering muncul dalam dan di sekitar kelenjar adrenal, yang memiliki asal-usul yang serupa dengan sel saraf dan berada di atas ginjal. Namun, neuroblastoma dapat juga berkembang di daerah-daerah lain dari perut dan di dada atau leher dan panggul.
Neuroblastoma paling sering menyerang anak-anak usia 5 atau lebih muda, dan jarang terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Neuroblastoma adalah kanker yang paling umum pada bayi dan sering memiliki prognosis yang sangat baik pada anak-anak berumumur kurang dari satu tahun.
Gejala
Tanda dan gejala dari neuroblastoma bervariasi tergantung pada bagian mana dari tubuh dipengaruhi.
Neuroblastoma di perut--bentuk yang paling umum--dapat menimbulkan tanda dan gejala seperti:
* Sakit perut
* Suatu perasaan penuh di perut
* Sebuah massa di bawah kulit yang tidak lunak ketika disentuh
* Perubahan dalam kebiasaan buang air besar, seperti sembelit
* Perubahan dalam kebiasaan kencing, seperti harus pergi ke kamar mandi lebih sering
* Pembengkakan di kaki
Perawatan
Dokter anak dalam pengobatannya memilih beberapa cara penyebuhan didasarkan pada beberapa faktor yang mempengaruhi prognosis anak. Faktor tersebut termasuk usia anak , tahap kanker, jenis sel yang menjadi sumber kanker, dan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya kelainan pada kromosom dan gen. Dengan menggunakan informasi ini, dokter anak akan mengkategorikan kanker dalam beberapa tipe, yakni resiko rendah, resiko menengah atau risiko tinggi.
Orang yang sudah tua umumnya sulit makan, kalaupun makan porsinya hanya sedikit sekali. Kondisi ini sebaiknya tidak dianggap wajar, karena bisa menyebabkan malnutrisi pada orang tua. Orangtua harus tetap makan cukup agar tidak mudah sakit.
"Kebutuhan orang tua tetap ada standarnya, jadi kalau orang tua makan sedikit jangan dianggap biasa dan kalau tidak mau makan maka jangan dianggap wajar," ujar dr Eddy Rizal Wahyudi, SpPD dalam acara media edukasi Sehat dan Mandiri di Masa Tua dengan Menjaga Nutrisi Seimbang di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (24/5/20110.
dr Eddy menuturkan kadang orang tua mengaku 'Saya sudah makan 2 sendok, masih untung saya makan biasanya tidak makan'. Kondisi ini jangan dianggap wajar karena nutrisi yang diterima orang tua harus lengkap dan seimbang.
Nutrisi yang harus dikonsumsi oleh orang tua meliputi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), mikronutrien (vitamin dan mineral), serat serta air. Nutrisi lengkap dan seimbang disini adalah meliputi semuanya dengan takaran yang sesuai.
"Problem besar dari pasien geriatri (orang tua) adalah malnutrisi (gizi salah), jadi bukan hanya gizi kurang tapi juga ada yang berlebih," ujar dr Nina Kemala Sari, SpPD-KGer, FINASIM.
Beberapa hal diketahui bisa menyebabkan orang tua mengalami mal nutrisi dan tidak mau makan yaitu:
Menurunnya sensitifitas pada rasa dan bau makanan sehingga berimbas pada buruknya selera makan
Penurunan fungsi mengunyah dan adanya kesulitan dalam menelan
Mengalami masalah dalam penyerapan nutrisi
Keterbatasan akses terhadap makanan misalnya tinggal di rumah sendirian
Adanya penyakit-penyakit tertentu yang membuatnya tidak mau makan
Penggunaan obat-obatan yang beragam sehingga mengubah sensasi rasa dan mengurangi selera makan
Adanya masalah sosial dan psikis seperti kesendirian, depresi dan demensia
"Sayangnya kondisi ini banyak yang tidak terdiagnosis, padahal ini harus diwaspadai saat ia sudah terkena atau berisiko mengalami malnutrisi," ungkap dokter yang merupakan pakar nutrisi di PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia).
Jika malnutrisi yang dialami oleh orang tua tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan berbagai dampak seperti:
Terhambatnya proses penyembuhan sehingga semakin lama waktu rawat di rumah sakit
Berkurang atau hilangnya massa otot
Fungsi jantung terganggu
Penurunan daya tahan tubuh
Peningkatan morbiditas dan mortalitas
Mudah mengalami infeksi dan komplikasi
Penurunan kualitas hidup
"Infeksi yang paling sering menyerang orang tua dengan malnutrisi adalah infeksi paru-paru dan saluran kencing, sedangkan untuk yang non-infeksi adalah kurangnya massa otot sehingga kalau memegang sesuatu gampang jatuh," ungkap dr Nina.
Untuk itu jika orang tua tidak mau makan atau hanya sedikit sekali, cobalah ketahui apa penyebabnya. Setelah itu berikan ia perawatan sesuai dengan masalah yang mendasari sehingga dampak akibat malnutrisi ini tidak berkelanjutan.
Kenyataannya hidup sehat merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia setiap harinya. Karena dengan kita sehat maka hidup ini akan lebih berarti. Tetapi anda harus berhati-hati terhadap beberapa kegiatan yang menurut kita sepele dan ternyata dapat merusak kesehatan kita...Apa sajakah itu ??? Ini dia :
1. Mendengarkan Musik Lewat Earphone
Suka mendengarkan musik lewat earphone...???? Hmm..hati-hati bahayanya. Terlalu sering mendengar bunyi keras atau suara bising dalam tempo lama dan terjadi tiap hari bisa mengganggu pendengaran. Kajian Komisi Eropa menunjukkan, kebiasaan mendengar musik dengan earphone dengan volume tinggi (di atas 100 desibel), lebih dari satu jam sehari dalam jangka minimal lima tahun, membawa risiko gangguan pendengaran permanen.
Saat ini, 50-100 juta orang diperkirakan aktif mendengar musik melalui earphone setiap harinya. Berdasarkan penelitian, sebagian besar mereka menyetel volume hingga di atas 89 desibel (sekitar volume 90 %) untuk mengimbangi kebisingan lalu lintas. Gangguan pendengaran karena bising merupakan gangguan pendengaran tipe saraf (tuli sensorineural) akibat kerusakan koklea atau saraf sensoris.
Menurut dr.Ronny Suwento, SpTHT, dari Departemen Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), RSCM, Jakarta, getaran kuat akibat gelombang suara keras akan merusak sel-sel rambut koklea dalam telinga dalam.
"Kerusakan itu akan menghambat impuls listrik mencapai saraf pendengaran sehingga tidak ada yang diteruskan ke otak untuk diinterpretasi sebagai suara," kata dr Ronny. Gangguan pendengaran akibat paparan suara bising terjadi secara bertahap. "Mungkin pada tahun-tahun awal orang itu tidak akan merasakan gangguan karena suara yang kita gunakan dalam komunikasi sehari-hari hanya 500-4000 desibel," tambahnya. "Lambat laun ambang batas pendengarannya makin menurun sampai akhirnya tidak bisa mendengar suara lagi," kata dr Ronny.
Telinga sendiri diciptakan dengan berbagai bagian fungsi yang saling bekerja sama sehingga seseorang mampu mendengar, memproses, dan memahami dunia di sekitarnya. Namun, saat suara di sekitar kita terlalu keras atau bising, sel-sel rambut yang halus di rumah siput dalam telinga (koklea) akan rusak. Sel rambut ini berfungsi menangkap frekuensi suara dan meneruskannya ke pusat persepsi pendengaran di otak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat pemutar musik digital yang disambungkan dengan earphone diputar pada volume optimal atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel), telinga hanya boleh terpapar maksimal 5 menit per hari. Pada volume 90 persen (90 desibel) hanya boleh terpapar selama 18 menit. Pada volume 80 persen (80 desibel), hanya boleh 1,2 jam dosis maksimal per hari. Dan, pada volume 70 persen (70 desibel), hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari. Lebih dari itu, risiko terjadinya trauma bising akan lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada volume rendah karena akan lebih aman.
Ingat dengan pepatah yang mengatakan, “if it is too loud you are too old?” Semakin sering kita mendengarkan bunyi yang terlalu keras, maka usia kita akan jauh lebih tua dari usia sesungguhnya karena pendengaran kita terganggu.
2. Memakai Celana Jeans Ketat
Beberapa tahun terakhir, menggunakan celana jeans ketat (model pensil) menjadi tren di kalangan anak muda. Bahkan, artis papan atas Indonesia seperti The Changcuters pun menjadi salah satu pecinta celana jenis ini. Tak tanggung-tanggung, celana ini bukan sekedar ketat, tapi juga menempel seolah menjadi kulit kedua bagi pemakainya.
Memang tak terhitung banyaknya pengguna celana jeans ketat. Namun, mungkin hanya segelintir yang mengerti efek negatif memakai celana jenis itu. Menurut dr. Ryan Thamrin, penggunaan celana jeans ketat pada wanita kerap menimbulkan masalah. Antara lain:
Bagi Pria
Penggunaan celana jeans ketat yang terlampau sering menyebabkan daerah di sekitar kemaluan menjadi panas, sehingga berbahaya untuk sperma. Hasil penelitian di Indonesia menyebutkan bahwa kualitas sperma pria mengalami penurunan bila terlalu sering mengenakan celana jeans ketat. Disebutkan, jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter dapat turun drastis menjadi 20 juta per mililiter.
Secara ilmiah, hal ini dapat dijelaskan. Suhu yang tidak normal pada skrotum, yaitu lapisan yang melindungi kemaluan, dapat berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar organ reproduksi. Sehingga dapat menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma. Bila diteruskan akan menjadi gatal dan menjalar ke bagian buah zakar.
Bagi Wanita
Banyak para wanita yang menginginkan penampilan terlihat sexy,sehingga mengenakan pakaian yang cenderung ketat agar dapat menunjukkan bentuk tubuhnya. Khususnya para pelajar dan mahasiswa sering sekali mereka mengenakan celana jeans yang ketat, hingga celana jenis ini menjadi pilihan utama bagi mereka. Tetapi apakah mereka tahu kalau mengenakan celana jeans terus menerus kurang baik untuk kesehatan terutama bagi organ intim kewanitaan.
Celana jeans ini terbuat dari bahan yang cukup tebal, apalagi yang jenis straight jeans atau celana jeans yang pas di badan. Hal ini dapat menimbulkan rasa panas di bagian organ kewanitaan dan memicu produksi keringat yang cukup banyak. Ditambah lagi sirkulasi udara di daerah kewanitaan juga terganggu akibat bahan yang tebal itu, padahal daerah tersebut memerlukan sirkulasi udara yang cukup, agar keringat cepat mengering.
Apabila hal ini terjadi terus menerus maka, daerah itu akan menjadi lembab dan mudah sekali memicu tumbuhnya jamur. Disamping itu resiko untuk terjadinya iritasi maupun infeksi juga bertambah besar. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan membahayakan organ kewanitaan yang mengancam kesehatan reproduksi. Selain itu dengan menggunakan celana ketat, perut akan terasa sakit dan pernafasan juga akan terganggu karena perut selalu dalam keadaan tertekan yang pada akhirnya proses BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) juga akan terganggu. Jadi, dengan kenyataan yang demikian, maka perlu anda pertimbangkan jika ingin menggunakan celana ketat.
3. Menaruh Dompet di Saku Belakang Celana
Biasa meletakkan dompet di saku belakang celana? Waspadalah. Kebiasaan itu ternyata bisa mempengaruhi saraf-saraf yang ada di tubuh. Para ahli mengungkapkan orang-orang yang duduk dengan dompet di saku belakang celana memiliki risiko merusak saraf-saraf kunci. Kondisi ini sudah menjadi sangat umum di masyarakat hingga dijuluki dengan nama hip-pocket syndrome atau wallet-neuropathy. Laki-laki yang selalu meletakkan dompet di saku belakangnya adalah kelompok yang paling berisiko terkena kondisi ini.
Ahli fisioterapi menuturkan adanya lonjakan jumlah laki-laki yang menderita atau mengeluhkan sakit punggung bagian bawah, dan diduga posisi dompet menjadi penyebab utama kondisi ini. “Saat ini semakin banyak pasien saya yang datang ke klinik dengan keluhan seperti itu. Kondisi ini dipicu oleh posisi dompet yang menekan saraf di belakang tubuh dan seiring waktu bisa menyebabkan linu panggul,” ujar Julian Forth, seorang fisioterapis di Buckhurst Hill, Essex, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (14/3/2011).
Forth mengungkapkan dompet tersebut akan menekan saraf-saraf di tubuh baik pada saat orang mengemudi atau ketika duduk di tempat kerja. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan rasa sakit atau mati rasa pada pergelangan kaki, kaki bagian bawah dan menimbulkan rasa sakit saat berjalan, duduk atau berbaring. Jika seseorang meletakkan dompet di saku belakang, maka akan menimbulkan ketidakseimbangan yang secara tidak sadar melibatkan otot, tulang dan yang paling penting adalah sistem saraf. Ketidakseimbangan ini membuat seseorang duduk cenderung miring dan mencoba untuk tetap menjaga keseimbangan yang berpusat pada panggul.
Kondisi ini kemungkinan melibatkan satu atau dua kurva kompensasi dari tulang belakang yang membuat posisinya menjadi tidak sejajar. Secara tidak sadar hal ini akan membuat bahu menjadi merosot. Itulah sebabnya meletakkan dompet di saku belakang bisa menyebabkan nyeri pada leher, punggung dan juga bahu. Jika laki-laki berpikir bahwa ia tidak mengalami keluhan apapun, sebaiknya tetap menghindari kebiasaan tersebut.
Meski demikian ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko gangguan saraf, seperti dikutip dari siouxcityjournal.com yaitu:
Melakukan sedikit peregangan sebelum duduk
Mengeluarkan dompet dari saku belakang sebelum duduk meskipun dompet tersebut tidak tebal
Meletakkan dompet pada tempat alternatif lainnya seperti saku jaket atau di dalam tas
Duduklah dengan nyaman di kursi atau sofa dengan permukaan yang datar sehingga tidak mengganggu saraf dan struktur tulang serta ototnya benar
Jika sudah timbul keluhan sebaiknya segera konsultasikan dengan fisioterapis untuk memperbaiki postur tubuh dan tidak memperburuk keadaan.
4. Membunyikan Tulang Leher/Badan Lainnya
Memutar kepala setelah dipijat atau saat leher terasa pegal memang sangat menyenangkan. Kepala merasa lebih enteng dan rasa sakit yang ada di kepala apakah itu pusing atau sakit kepala, umumnya segera hilang setelah terdengar bunyi tersebut.
Padahal, kebiasaan itu mempunyai akibat sampingan yang cukup berbahaya. Salah satunya, syaraf bisa terjepit di sela-sela tulang ekor leher. Menurut Brian Cassaza, M.D, dari Universitas California, Amerika, bila salah urat syaraf terjepit di antara tulang ekor leher. Maka, efeknya bisa bemacam-macam, tergantung dari jaringan saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sulit dikomando oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, karena, otak gagal memberi instruksi kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan.
Berjalan seperti robot merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan, jika orang itu menggunakan sandal, dapat dipastikan bahwa sandalnya akan mudah terlepas dari telapak kakinya, akibat jari-jari tidak mampu menekan bagian dasar sandal. Atau, bila makan harus disuapi. Karena, tangan sulit sekali membawa sendok hingga ke ujung bibir, sebagaimana layaknya orang sedang menyuap makanan ke dalam mulut.
Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku jari juga merupakan kebiasaan yang salah karena menyalahi aturan persendian normalnya dan dapat menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronis di kemudian hari.
Nah solusinya klo mau menghilangkan pegal tanpa "kretek-kretek" klik disini
DARI MANA ASALNYA BUNYI “KRETEK” ITU???
Para ilmuwan biomedis telah mempelajari apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif (untuk mendengarkan dan menganalisis bunyi) dan ukuran bunyi (untuk mengukur jumlah tarikan pada jari). Mereka menemukan bahwa dua suara yang terpisah biasanya muncul ketika Anda membuyikan buku jari. Buku jari adalah sendi yang membuat jari Anda dapat ditekuk. Di dalam ruang sendi di antara tulan-tulang terdapat cairan dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang.
Ketika Anda menarik jari (“menceklek” sendi), Anda membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedot ke dalam. Ketika tekanan menurun,muncullah gelembung (paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan detik. Ketika muncul, gas ini akan menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama.
Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Karena ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan mendorongnya ke posisi semula. Pada saat ligamen “didorong kembali” muncullah bunyi kedua. Energi yang hilang dalam sendi sangat rendah, sekitar 7% dari yang Anda perlukan untuk merusak tulang rawan. Namun, jika Anda sering melakukannya, itu akan menjadi cerita yang jauh berbeda.
Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Daniel Unger, yang telah membunyikan buku jari tangan kirinya selama 50 tahun. Ia kemudia membandingkan tangan kiri (buku sendi yang sering dibunyikan) dengan tangan kanannya (yang tidak pernah dibunyikan). Tangan kirinya tidak terkena artritis, sama seperti tangan kanannya, namun satu orang merupakan sampel yang sangat kecil.
Penelitian lain meneliti 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Tidak ada kasus artritis pada tangan mereka. Mereka memang memiliki sendi yang membesar (bukan masalah besar). Namun, hal yang mengejutkan adalah tangan mereka lebih lemah, kekuatan tangan mereka seperempat kekuatan yang seharusanya!
Jadi, membunyikan buku jari tidak menggangu Anda dalam waktu singkat, namun 35 tahun dari sekarang, Anda mungkin tidak akan dapat membuka botol selai! Bagaimana pendapat Anda? Masih mau “menceklek” buku jari Anda lagi?
5. Mandi Malam Hari
MANDI adalah salah satu upaya membersihkan badan. Mandi biasanya dilakukan sehari 2 kali, yakni pagi setelah bangun tidur dan sore hari sepulang dari aktivitas seharian. Mandi jarang dilakukan pada malam hari, kecuali bagi mereka yang pada sore hari tidak sempat mandi karena ada pekerjaan sampai agak malam. Lalu apakah mandi malam berefek buruk bagi kesehatan?
Menurut dr.Cici Lia Novita, mandi pada malam hari sebenarnya tidak membawa dampak negatif bagi kesehatan bagi orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti rematik, jantung dan asma. Ia mengakui, jika waktu malam hari itu udara khususnya di Indonesia kelembabannya lebih tinggi sehingga bila tubuh yang sudah kedinginan diberi air dingin akan menjadi kaku. “Tidak masalah, selama kondisi tubuh sehat dan tidak ada penyakit rematik, jantung dan asma,” ujarnya.
Bagi penderita penyakit rematik memang tidak dianjurkan untuk mandi malam hari, karena dengan semakin dinginnya tubuh dan sendi akan membuat sendi-sendi yang terkena rematik menjadi kaku sehingga akan timbul rasa sakit yang kita kenal sebagai serangan rematik. “Makanya jika bisa mandi lebih pagi kenapa harus selalu mandi di malam hari, agar tubuh jadi tidak kedinginan. Untuk menghindari akibat yang tidak diinginkan,” ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada UGM) ini.
Sebenarnya kebiasaan mandi malam tidak berpengaruh secara langsung terhadap timbulnya penyakit rematik. Mandi malam akan berpengaruh terhadap timbulnya nyeri sendi jika memang sudah memiliki riwayat penyakit rematik sebelumnya. Hal tersebut berkaitan dengan menyempitnya pembuluh darah akibat hawa dingin yang akan berpengaruh pada kurang tersuplainya oksigen ke sendi sehingga terjadilah nyeri.
Namun, ada baiknya jika cuaca dingin, mandi malam hari menggunakan air yang hangat dan ketika badan tidak sedang sakit. “Kalaupun rematik, kalau pakai hangat sebenarnya tidak masalah. Apalagi, jika kondisi tubuh sedang gerah dan lelah. Karena mandi akan membuat tidur lebih nyenyak,” ujar dr Cici.
Mengenai mandi malam bagi ibu hamil, dr Cici mengatakan sama saja. Hanya saja, sebaiknya menggunakan air hangat karena biasanya pada saat hamil pembuluh darah menyempit dan ini juga terjadi pada tubuh dalam keadaan dingin. “Makanya dengan air hangat akan mencegah risiko terjadinya sakit kepala. Karena air hangat bisa memperlebar kembali pembuluh darah yang menyempit,” terangnya. Pada pagi hari pun demikian. Jika kondisi cuaca dingin, ada baiknya bagi penderita rematik untuk mandi air hangat. “Jadi bukan karena malam atau siang, tapi karena suhu air dan udara saja,” ujarnya.
Lalu bagaimana kita mengetahui jika kita memiliki rematik? Ia menjelaskan, salah satu gejala rematik adalah seseorang yang sering merasakan nyeri sendi pada pagi hari, nyeri sendi saat baru bergerak. Penyakit ini bisa menimpa semua usia, namun berisiko pada usia lanjut dan orang yang memiliki berat badan berlebih.
Rematik, kata dr Cici, sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis rematik tersebut bergantung pada penyebab terjadinya rematik. Sebagian besar rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini pun dapat terjadi mulai dari kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, dan lainnya Ditanya soal makanan, sebenarnya tidak ada pantangan khusus untuk makanan. Biasanya yang terkait dengan pola makan ada penyakit asam urat. “Gejalanya memang mirip dengan rematik,” ujarnya.